BI Bengkulu Salurkan Alsintan ke Petani 3 Kabupaten, dari Combine Harvester hingga Mesin Roasting Kopi

Penulis: Jonatan Nasution  •  Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:31:01 WIB
Kepala KPw BI Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat menyatakan bantuan alsintan menyasar petani di Kabupaten Bengkulu Selatan, Seluma, dan Mukomuko.

BENGKULU — Kepala KPw BI Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat menyatakan bantuan alsintan menyasar petani di Kabupaten Bengkulu Selatan, Seluma, dan Mukomuko. Combine harvester menjadi salah satu alat yang disalurkan ke tiga wilayah tersebut.

Wahyu menyebut bantuan diberikan untuk mendorong produktivitas petani sekaligus menekan biaya produksi dan kebutuhan tenaga kerja. Menurutnya, penggunaan alsintan yang tepat guna mempercepat proses olah tanah hingga panen.

Combine Harvester hingga Kultivator untuk Padi dan Hortikultura

Selain combine harvester, BI Bengkulu menyalurkan traktor besar, hand traktor, dan kultivator. Alat-alat itu diarahkan mendukung budidaya tanaman pangan, terutama padi, serta hortikultura seperti cabai dan bawang merah.

"Bantuan tersebut sebagai upaya untuk membantu mendorong produktivitas petani, yang disertai efisiensi biaya produksi, efisiensi biaya tenaga kerja, serta efisiensi jumlah tenaga kerja," ungkap Wahyu.

Menurut Wahyu, alsintan yang tepat guna membuat proses olah tanah sampai panen lebih cepat dan hemat biaya. Efisiensi itu jadi pertimbangan utama dalam pemilihan jenis alat yang disalurkan.

Mesin Roasting dan Colour Sorter untuk Hilirisasi Kopi

Di luar sektor padi dan hortikultura, BI Bengkulu menyalurkan sarana produksi untuk hilirisasi kopi. Bantuan berupa colour sorter dan mesin roasting diberikan agar petani tidak hanya menjual biji mentah.

"Kedua alat ini diharapkan meningkatkan kualitas dan nilai tambah kopi petani, terutama dalam proses sortasi dan penyangraian. Hilirisasi kopi penting, agar petani tidak hanya menjual biji mentah, tetapi bisa menghasilkan produk olahan yang lebih bernilai," jelas Wahyu.

Kopi termasuk komoditas yang beragam di Bengkulu. Pengolahan lanjutan di tingkat petani dinilai membuka peluang nilai tambah yang lebih besar dibanding penjualan biji mentah.

Wakaf Produktif untuk Ayam Petelur dan Cabai Merah

BI Bengkulu juga menyalurkan wakaf produktif untuk budidaya ayam petelur, buah sayur, dan cabai merah. Program itu menyasar kelompok tani dan masyarakat produktif agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

"Bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung ketahanan pangan, dan kesejahteraan petani di Provinsi Bengkulu," tegas Wahyu.

Wahyu menekankan sinergi antara BI, pemerintah daerah, dan kelompok tani sebagai kunci agar program berdampak luas, bukan hanya sesaat. Kolaborasi itu dinilai menentukan keberlanjutan pemanfaatan alsintan di tingkat petani.

"Sehingga diharapkan produktivitas sektor pertanian dan perkebunan di Bengkulu, yang sangat beragam komoditasnya dapat meningkat. Dengan begitu pada sektor ini diharapkan turut menggerakkan ekonomi daerah," demikian Wahyu.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: radarutara.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top