BENGKULU — Kawasaki Heavy Industries resmi mengenalkan Kaleido, robot humanoid yang dirancang beroperasi mandiri di lingkungan industri dan misi penanganan bencana. Proyek yang sudah berjalan 11 tahun ini menargetkan penggunaan komersial pada 2030, dengan pengembangan jangka panjang hingga 2050.
Pengembangan Kaleido dimulai sejak 2015 dan kini telah mencapai generasi kesembilan atau Kaleido 9. Robot ini diproyeksikan menjadi tulang punggung otomasi Kawasaki di sektor manufaktur dan logistik dalam beberapa tahun ke depan.
Langkah Kawasaki masuk ke segmen robot humanoid bukan tanpa alasan. Pabrikan asal Jepang ini sebelumnya sudah lebih dulu memperkenalkan Corleo, robot berkaki empat yang diluncurkan di Osaka Expo tahun lalu. Corleo dirancang untuk mobilitas di medan sulit, sementara Kaleido menyasar lingkungan industri yang membutuhkan presisi dan daya angkut.
Pada tahap awal, Kaleido akan ditugaskan berpatroli di pabrik dan gudang sekaligus mengangkut komponen. Kemampuan ini menjadi fondasi sebelum robot naik ke tugas yang lebih kompleks seperti perakitan produk.
Kawasaki menargetkan Kaleido bisa beroperasi secara mandiri dan mulai digunakan perusahaan pada 2030. Saat ini, Kaleido 9 masih mengandalkan kendali manusia, namun tim pengembang sedang menyempurnakan sistem agar robot mampu bekerja otonom dengan dukungan kecerdasan buatan.
Visi jangka panjang Kawasaki untuk Kaleido tidak main-main. Pada 2050, perusahaan ingin robot ini berkembang menjadi sistem yang mampu beradaptasi dengan berbagai lingkungan dan menjalankan beragam tugas sekaligus.
Fungsi penanganan bencana alam juga masuk dalam peta jalan pengembangan. Kemampuan ini sejalan dengan tujuan pengembangan Corleo yang memang dirancang untuk medan ekstrem. Kombinasi keduanya bakal memberi Kawasaki portofolio robot yang saling melengkapi: Kaleido di medan industri, Corleo di medan sulit dijangkau.
Kawasaki tidak sendirian di segmen ini. Tesla dengan Optimus, Boston Dynamics dengan Atlas, dan sejumlah pemain asal China seperti Unitree dan UBTech juga berlomba mengembangkan robot humanoid untuk aplikasi industri. Bedanya, Kawasaki membawa rekam jejak panjang di bidang manufaktur berat dan otomasi pabrik.
Namun, ada catatan penting. Target 2030 untuk operasi mandiri penuh masih terbilang ambisius mengingat kompleksitas AI untuk navigasi dinamis di lingkungan pabrik yang tidak terstruktur. Hingga kini, belum ada informasi soal harga, spesifikasi teknis detail, atau mitra industri yang akan mengadopsi Kaleido pertama kali.
Kalau Kawasaki berhasil menepati target 2030, Kaleido bisa jadi salah satu robot humanoid pertama yang benar-benar bekerja di lini produksi, bukan sekadar demo di pameran teknologi.