BENGKULU — Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menyambut positif penyelenggaraan Munas XI PPNI. Menurutnya, forum konsolidasi profesi perawat itu sekaligus menjadi ajang memperkenalkan potensi Bengkulu kepada peserta dari berbagai daerah.
Kehadiran ribuan peserta diyakini memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selama empat hari pelaksanaan, sektor perhotelan dan akomodasi berpotensi merasakan dampak langsung dari kedatangan peserta. Aktivitas mereka juga meningkatkan permintaan terhadap makanan, transportasi, jasa perjalanan, serta produk UMKM lokal.
Pergerakan peserta dari berbagai provinsi diharapkan mendorong perputaran uang di tingkat masyarakat. Manfaat kegiatan berskala nasional ini pun bisa dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha.
Peserta Munas XI PPNI diharapkan tidak hanya mengikuti rangkaian sidang organisasi. Mereka dapat memanfaatkan waktu untuk mengunjungi destinasi wisata sejarah, menikmati kuliner khas, dan membeli produk lokal Bengkulu.
Herwan menjelaskan, Munas XI PPNI menjadi momentum untuk mempromosikan berbagai potensi daerah. Mulai dari destinasi wisata, peninggalan sejarah, kuliner khas, hingga program unggulan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
"Kehadiran ribuan peserta ini kita harapkan memberikan stimulus positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku usaha lokal," ujar Herwan.
Penyelenggaraan Munas XI PPNI menjadi kesempatan bagi Bengkulu menunjukkan kapasitasnya menggelar kegiatan berskala nasional. Selain memperkuat konsolidasi organisasi profesi perawat, kegiatan ini menjadi sarana promosi daerah.
Pembukaan Munas XI PPNI dihadiri Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, anggota DPD RI Destita Khairilisani, Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah, Sekretaris Jenderal DPP PPNI Mustika Sari, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bengkulu.
Sultan Bachtiar Najamudin membuka kegiatan secara simbolis setelah menyampaikan sambutan.
Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap momentum tersebut meningkatkan pengenalan terhadap potensi wisata dan sejarah daerah. Peluang kerja sama dan investasi juga terbuka dari peserta yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.