JL van der Velde, Orang Terkaya ke-58 Dunia dengan Harta Rp680 T

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Minggu, 27 September 2026 | 10:05:02 WIB
JL van der Velde menempati posisi ke-58 dalam daftar orang terkaya dunia versi Forbes dengan kekayaan US$38 miliar.

BENGKULU — Kekayaan Jean-Louis van der Velde menembus US$38 miliar atau setara Rp680,58 triliun pada Sabtu (26/9), menempatkannya sebagai orang terkaya ke-58 di dunia versi Forbes. Pria berkewarganegaraan Belanda itu mengumpulkan hartanya dari kepemilikan saham dan peran kepemimpinan di Tether serta Bitfinex. Angka tersebut menjadikannya salah satu figur paling berpengaruh di industri mata uang kripto global.

Forbes merilis daftar terbaru pada Minggu (27/9) yang mengonfirmasi posisi van der Velde di jajaran miliarder dunia. Kekayaannya dihitung berdasarkan kurs Rp17.910 per dolar AS. Sumber utama hartanya berasal dari dua entitas yang menjadi pilar ekosistem kripto global, yakni Tether sebagai penerbit koin USDT dan Bitfinex sebagai bursa kripto.

Dari Penerbit USDT hingga Bursa Kripto

Tether mendominasi pasar koin kripto global dengan meraup keuntungan miliaran dolar AS. Pendapatan itu berasal dari imbal hasil cadangan obligasi pemerintah AS atau US Treasuries yang menjadi penjamin nilai USDT.

Sebagai pemegang saham utama di perusahaan induk yang menaungi Tether dan Bitfinex, van der Velde ikut menikmati pertumbuhan aset bernilai triliunan rupiah. Lonjakan adopsi aset digital secara global menjadi pendorong utama kenaikan kekayaannya.

Jejak Karier Dimulai dari Taiwan

Perjalanan van der Velde mengumpulkan kekayaan terbilang tidak biasa. Pria kelahiran Belanda itu memutuskan pindah ke Taiwan pada 1985 untuk menempuh pendidikan di National Taiwan Normal University.

Keputusan tersebut membuatnya fasih berbahasa Mandarin dan membuka jalan berkarier puluhan tahun di Asia, khususnya Taiwan dan Hong Kong. Sebelum terjun ke dunia blockchain, ia menghabiskan lebih dari tiga dekade di industri teknologi.

Ia mendirikan dan memimpin berbagai startup teknologi yang bergerak di bidang desain perangkat keras, sistem tertanam, hingga platform Internet Protocol Television (IPTV). Pengalaman itu menjadi fondasi sebelum ia masuk ke ekosistem kripto sekitar 2010-an.

Memimpin Bitfinex dan Tether Bersamaan

Van der Velde memimpin Bitfinex sebagai Chief Executive Officer (CEO) sebelum kemudian ditunjuk menakhodai Tether. Di bawah kepemimpinannya, USDT berkembang dari proyek eksperimental menjadi mata uang kripto dengan transaksi bernilai puluhan miliar dolar setiap hari.

Pada 2023, ia menyerahkan jabatan CEO Tether kepada Paolo Ardoino dan memilih fokus sebagai penasihat strategis perusahaan. Ia tetap memimpin Bitfinex hingga kini.

Figur Tertutup di Balik Raksasa Kripto

JL van der Velde jarang mengekspos diri di media sosial maupun panggung konferensi. Ia juga dikenal sangat tertutup soal kehidupan pribadinya dan hampir tidak pernah memberikan wawancara publik.

Meski begitu, ia dikabarkan aktif membagikan pengetahuannya. Ia pernah menjadi pengajar dan dosen tamu di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST). Materi yang ia sampaikan seputar teknologi blockchain hingga perkembangan regulasi teknis di industri kripto.

Posisi van der Velde sebagai pemegang saham utama di perusahaan induk Tether dan Bitfinex membuat kekayaannya sangat bergantung pada kinerja kedua entitas tersebut. Bagi investor kripto, sosoknya menjadi salah satu penentu arah kebijakan dua platform yang menopang likuiditas pasar aset digital global.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top