BENGKULU — Sebanyak 11 nelayan berangkat melaut dari Malabero pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB menuju perairan Lais, Bengkulu Utara. Kapal mereka diperkirakan kembali dan mendarat paling lambat pukul 13.00 WIB, tetapi hingga sore hari tidak ada kabar kedatangan.
Kekhawatiran warga memuncak saat kapal kedua yang membawa dua nelayan dikerahkan sekitar pukul 15.00 WIB untuk menjemput. Kapal penjemput itu pun tak kembali hingga malam. Total 13 orang kini dalam status pencarian.
Informasi hilangnya para nelayan pertama kali disampaikan Ketua RT 10 Kelurahan Malabero, Rully Saputra, kepada pihak kelurahan dan instansi terkait pada Selasa (22/9/2026) dini hari. Laporan resmi kemudian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu pukul 05.20 WIB.
"Satu kapal nelayan warga Malabero yang berjumlah 11 orang sampai saat ini belum balik melaut. Satu kapal nelayan yang berjumlah dua orang yang menjemput pukul 15.00 WIB sore tadi belum balik juga," ujar Rully Saputra, Selasa pagi (22/09/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu melalui laporan operasi SAR menyebutkan dua kapal dengan total 13 orang di atas kapal (POB) dilaporkan hilang kontak di perairan Lais.
"Tim Rescue KN SAR 213 Bengkulu langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan," demikian keterangan dalam laporan awal Basarnas Bengkulu.
Lokasi pencarian berada di perairan Lais pada koordinat 3°41.175' LS dan 101°51.752' BT. Titik itu berjarak sekitar 29,13 nautical mile dari Dermaga Pulau Baai Bengkulu.
Basarnas mencatat 11 nelayan berada di kapal pertama, yakni Leri, Andika, Johan, Deki Black, Isap, Tio, Uning Peot, Yadik, Chandra, Jeri, dan Ayak. Kapal kedua diawaki Rio dan Ilham.
Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue KN SAR 213 Bengkulu bersama masyarakat setempat. Peralatan yang dibawa mencakup Rigid Buoyancy Boat (RBB), peralatan SAR air, peralatan komunikasi, dan perlengkapan medis.
Hingga berita ini diterbitkan, seluruh 13 nelayan masih dalam status pencarian dan operasi SAR terus berlangsung.