Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mencatat empat kecamatan memiliki potensi perikanan perairan umum daratan berupa kepiting, udang, ikan, dan lokan yang menjadi sumber pendapatan nelayan setempat. Pendataan pelaku usaha dan produksi di empat wilayah itu sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu dan ditargetkan selesai pada 2026. Data yang masuk baru sebagian, sementara pembinaan kelompok usaha menyusul setelah pendataan tuntas.
MUKOMUKO — Empat kecamatan yang dimaksud adalah Kecamatan Kota Mukomuko, Kecamatan XIV Koto, Kecamatan Air Dikit, dan Desa Teramang di Kecamatan Teramang Jaya. Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Mukomuko, Warsiman, menyebut pihaknya masih menghitung berapa banyak pelaku usaha dan berapa besar produksi perikanan perairan umum di empat wilayah itu.
"Saat ini kami masih melakukan pendataan untuk mengetahui berapa banyak pelaku usahanya dan produksi perikanan perairan umum di empat wilayah ini," kata Warsiman, Senin.
Data yang sudah masuk berasal dari Kecamatan XIV Koto. Di wilayah itu tercatat potensi lokan atau kerang sungai dan berbagai jenis ikan di perairan umum daratan.
Kecamatan Kota Mukomuko menyimpan potensi udang dan kepiting. Desa Teramang berpotensi ikan, tetapi pendataan di dua wilayah ini belum selesai atau baru sebagian.
Adapun potensi perikanan perairan umum di Kecamatan Air Dikit belum didata sama sekali. Pendataan kemungkinan dilakukan setelah tiga wilayah lain rampung.
Dinas Perikanan Mukomuko memprogramkan pendataan seluruh pelaku perikanan perairan umum daratan pada 2026. Tenaga penyuluh perikanan kecamatan dilibatkan untuk mendata jumlah pelaku usaha sekaligus volume produksi.
Pendataan sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu dan ditargetkan selesai sampai tahun 2026 ini.
Pendataan bukan langkah terakhir. Setelah data lengkap, seluruh pelaku perikanan perairan umum daratan dibina dan dihimpun dalam kelompok usaha perikanan perairan umum daratan.
Bergabung dalam kelompok memberi pelaku usaha dua hal: pengawasan pemerintah dan peluang mengusulkan keperluan peralatan penangkapan ikan.
Warsiman menyebut data produksi perikanan perairan umum bisa menambah jumlah produksi perikanan daerah, di luar produksi yang selama ini tercatat dari perairan laut.