BENGKULU UTARA — Pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang dijalankan KPU Bengkulu Utara menunjukkan perubahan komposisi warga yang masuk daftar. Rekapitulasi triwulan kedua mencatat 229.321 pemilih, sementara triwulan pertama sebanyak 223.445 orang. Selisihnya mencapai 5.876 pemilih.
Ketua KPU Bengkulu Utara Santoso menyebut kenaikan itu sebagai bagian dari dinamika kependudukan yang terus bergerak. Data terbaru dirinci menjadi 116.466 pemilih laki-laki dan 112.855 perempuan.
Pemilih yang terdata tidak terkonsentrasi di satu wilayah. KPU mencatat sebarannya mencakup 19 kecamatan serta 220 desa dan kelurahan di Kabupaten Bengkulu Utara.
Angka ini menjadi basis sementara untuk penyusunan daftar pemilih pada tahapan pemilu berikutnya. KPU menekankan pemutakhiran dilakukan berkala agar data yang dipakai sesuai kondisi terkini di lapangan.
Pada triwulan pertama, komposisi pemilih terdiri dari 113.302 laki-laki dan 110.143 perempuan. Jumlah itu bertambah pada triwulan kedua menjadi 229.321 orang.
"Berdasarkan hasil pemutakhiran data pemilih triwulan dua jumlah pemilih alami kenaikan. Pada triwulan pertama ada 223.455 pemilih, di tahap kedua ada 229.321 pemilih," ujar Santoso kepada RRI.
Pemeriksaan dan pemutakhiran mencakup beberapa kategori perubahan. KPU mengakomodir pemilih baru, data pemilih yang meninggal dunia, perpindahan domisili, hingga perubahan elemen data kependudukan.
Rekapitulasi dan pengesahan data dilakukan melalui rapat pleno setiap triwulan. Untuk triwulan ketiga 2026, KPU Bengkulu Utara menjadwalkan rekapitulasi pada akhir September atau awal Oktober.
Jumlah pemilih diprediksi bisa kembali bertambah pada pemutakhiran berikutnya. KPU menyebut pemutakhiran berkala bertujuan menjaga akurasi data sekaligus memastikan warga pemilik hak pilih terdata dalam penyelenggaraan pemilu.