Pemerintah Kota Bengkulu masih mengkaji ketersediaan lahan untuk memperluas kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul. Kajian dilakukan karena perluasan dinilai mendesak untuk mengantisipasi penumpukan sampah yang sudah melebihi kapasitas. Pemkot juga menganggarkan Rp 300 juta dari APBD untuk memperbaiki akses jalan menuju TPA.
BENGKULU — Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu Anshar Amin menyatakan rencana perluasan TPA Air Sebakul sudah masuk agenda Pemkot Bengkulu. Namun, penentuan lokasi belum final karena pihaknya masih meninjau kondisi dan ketersediaan lahan di lapangan.
"Memang sudah kami rencanakan, pemkot melalui Wali Kota juga sudah merencanakan hal tersebut. Saat ini masih dalam proses, kami masih melihat kondisi dan ketersediaan lahan," kata Anshar di Bengkulu, Jumat.
Ketersediaan lahan disebut menjadi pertimbangan utama. Pemkot tidak hanya menghitung kebutuhan penambahan area, tetapi juga memastikan lahan yang dipilih mampu mendukung pengelolaan persampahan berkelanjutan.
TPA Air Sebakul saat ini menampung sampah melebihi kapasitas. Kondisi itu sempat membuat akses jalan menuju kawasan tersebut tertutup total oleh tumpukan sampah.
Pada April 2026, Pemkot Bengkulu menurunkan lima ekskavator untuk membuka kembali jalan yang tertutup. Alat berat itu digunakan menimbun dan meratakan sampah menggunakan material pendukung.
Penambahan alat berat bertujuan memastikan jalur masuk bisa dilalui sopir pengangkut sampah seperti biasa. Perbaikan dilakukan bertahap agar operasional pembuangan sampah kembali normal.
Pemkot Bengkulu mengalokasikan Rp 300 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memperbaiki akses jalan menuju TPA Air Sebakul. Perbaikan itu menunjang kelancaran pengangkutan sampah dan meningkatkan keselamatan kendaraan yang keluar-masuk kawasan.
Anshar menegaskan pengembangan TPA harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan. "Tentunya kami akan melihat dulu kondisi yang ada. Ketersediaan lahan menjadi salah satu pertimbangan utama, karena pengembangan TPA harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan," ujarnya.
Perluasan area TPA Air Sebakul direncanakan berjalan pada tahun ini sebagai upaya jangka panjang mengatasi persoalan sampah di Kota Bengkulu. Pemkot masih menimbang lokasi mana yang layak sebelum memulai pengembangan.
Perbaikan jalan dan penambahan alat berat menjadi langkah sementara agar sampah warga kota tetap terangkut setiap hari. Keputusan soal lokasi perluasan akan menentukan arah pengelolaan sampah Kota Bengkulu beberapa tahun ke depan.