Addigy Rilis Intelligence Suite, IT Bisa Kendalikan Penggunaan AI di Perangkat Apple

Penulis: Alfian Batubara  •  Kamis, 17 September 2026 | 20:04:01 WIB

BENGKULU — Addigy meluncurkan Intelligence Suite, lapisan AI yang tertanam langsung di platform manajemen perangkat Apple untuk membantu tim IT mengawasi penggunaan AI. Suite ini mencakup AI Script Assist, pelaporan bahasa natural, dan aturan kepatuhan siap pakai untuk mendeteksi hingga memblokir alat AI di armada Mac. Langkah ini menyasar masalah lama: karyawan mengadopsi AI lebih cepat daripada kemampuan IT mengawasinya.

Addigy membangun perangkat lunak manajemen perangkat bagi managed service provider dan tim IT yang menangani ekosistem Apple. Intelligence Suite menambahkan lapisan AI langsung di dalam platform tersebut, bukan sebagai konsol terpisah yang harus dikelola sendiri.

AI Script Assist dan Pelaporan Bahasa Natural

Fitur AI Script Assist menulis, mengaudit, dan merekomendasikan tindakan untuk disetujui admin. Alur kerjanya mengikuti aturan role-based access control (RBAC) yang sudah dipakai pelanggan, bukan mencarinya jalan pintas.

Pelaporan bahasa natural memungkinkan admin fokus pada informasi yang ingin diketahui, bukan pada cara membangun laporannya. Nimoy Johnson, Endpoint Engineer di Smurfit WestRock, menyebut kemampuan pelaporan ini sebagai yang terbaik yang pernah ia temui dalam waktu lama.

Data Diproses di Lingkungan Addigy Sendiri

Addigy menegaskan seluruh proses AI berjalan di lingkungan internal mereka. Data pelanggan tidak dikirim ke model frontier eksternal mana pun. Semua tindakan diproses secara lokal, dan setiap kapabilitas AI hadir dengan guardrail bawaan, bukan ditambahkan belakangan.

Perusahaan juga merilis MCP server yang membuka control plane manajemen perangkat ke agen AI. Setiap tindakan agen tetap berada di bawah batas yang ditetapkan admin.

Aturan Kepatuhan untuk Deteksi Shadow AI

Intelligence Suite menyertakan aturan kepatuhan siap pakai yang membantu admin Apple melihat, memantau, mengendalikan, dan memblokir alat AI di seluruh armada Mac. Ini menjawab persoalan shadow AI: karyawan mengadopsi alat AI lebih cepat daripada proses onboarding IT, sementara risikonya tetap jatuh ke meja IT.

Tim Pearson, CEO dan founder CreativeTechs, mengaku bisa menyusun rencana risiko keamanan untuk klien dalam satu jam dengan suite ini. Proses serupa sebelumnya memakan waktu satu hingga dua hari kerja timnya.

Kutipan Addigy

"Banyak admin IT tahu apa yang dibutuhkan Mac mereka, tetapi terlalu banyak waktu manajemen habis untuk sintaks, logika filter, penyusunan laporan, dan keterlambatan check-in, belum lagi mencari tahu alat AI mana yang bisa dipercaya di perangkat pengguna," ujar Jason Dettbarn, CTO dan founder Addigy.

"Otonomi hanya berjalan di dalam guardrail yang Anda tetapkan. Anda menentukan batasnya, kami yang menegakkan," tambahnya.

Addigy belum menyebut jadwal rollout Intelligence Suite ke pasar di luar Amerika Serikat, termasuk Indonesia. Bagi tim IT di perusahaan yang memakai Mac, kehadiran kontrol berbasis AI semacam ini menandai pergeseran: pengawasan perangkat tidak lagi sekadar patch dan kebijakan, tetapi juga tata kelola pemakaian AI di level armada.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top