BENGKULU SELATAN — Bupati Bengkulu Selatan H. Rifai Tajuddin menyoroti kondisi kawasan wisata Air Terjun Luguran di Desa Kayu Ajaran, Kecamatan Ulu Manna. Temuan tumpukan sampah dan botol minuman keras yang berserakan di sekitar lokasi membuat pemerintah daerah meminta jajaran kecamatan dan desa bergerak.
Rifai menyampaikan instruksi itu langsung kepada camat dan kepala desa. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama karena Air Terjun Luguran termasuk destinasi yang cukup ramai dikunjungi.
Air Terjun Luguran berada tepat di jalur utama penghubung Kota Manna dengan Pagar Alam. Posisi itu menjadikannya lokasi persinggahan warga yang melintas, bukan sekadar tujuan wisata.
Rifai menegaskan pihaknya tidak bermaksud menuding pengunjung sebagai pihak yang tidak peduli kebersihan. Namun fakta di lapangan menunjukkan masih ada hal yang luput dari pengawasan.
"Kita sudah menginstruksikan jajaran, khususnya camat dan kepala desa, agar terus mewaspadai dan memperhatikan hal-hal seperti ini agar tidak terjadi hal-hal negatif," ujar Bupati, Selasa 15 September 2026.
"Kita tidak menuding bahwa pengunjung yang datang ke sana tidak peduli terhadap kebersihan. Tetapi bisa saja ada yang luput dari pengawasan," jelasnya.
Temuan sampah dan botol miras di sekitar air terjun menjadi dasar instruksi tersebut. Kondisi ini dinilai dapat mengganggu kenyamanan pengunjung sekaligus warga sekitar.
Selain persoalan kebersihan, Rifai menilai pengawasan penting untuk mencegah aktivitas yang berpotensi menimbulkan dampak negatif di kawasan wisata.
"Ke depan mungkin memang membutuhkan pengawasan di sana," tegasnya.
Pemerintah kecamatan dan desa diminta mengambil peran dalam menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan Air Terjun Luguran. Pengunjung juga diharapkan ikut menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman.
Rifai berharap seluruh pihak berperan aktif menjaga keberadaan objek wisata tersebut. Kawasan Ulu Manna dinilai memiliki potensi wisata yang cukup besar untuk terus dikembangkan.
Jika dikelola dengan baik, Air Terjun Luguran diharapkan memberikan kenyamanan bagi wisatawan sekaligus mendukung pengembangan potensi wisata daerah.