JAKARTA — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan cuaca ibu kota provinsi se-Indonesia untuk Kamis 17 September 2026. Prakirawan BMKG Diah Ayu mengatakan informasi tersebut disampaikan melalui kanal YouTube BMKG. Rilis ini mencakup kondisi cuaca di 34 ibu kota provinsi dari Sumatera hingga Papua.
Di wilayah Sumatera, hujan dengan intensitas ringan diprakirakan turun di Banda Aceh, Medan, Padang, dan Pekanbaru. Jambi diprakirakan berawan sepanjang hari.
Empat ibu kota provinsi lain di Sumatera — Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, dan Bandar Lampung — diprakirakan dilanda udara kabur. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan kabut asap atau partikel yang tersuspensi di atmosfer.
Serang dan Jakarta diprakirakan berawan. Sementara Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya diprakirakan berawan tebal.
Tidak ada prakiraan hujan untuk wilayah Jawa dalam rilis BMKG kali ini. Kondisi berawan tebal di sejumlah kota Jawa tengah hingga timur bisa memengaruhi aktivitas luar ruang warga.
Denpasar diprakirakan berawan, Mataram cerah berawan, dan Kupang berawan tebal.
Di Kalimantan, Pontianak diprakirakan berkabut. Palangkaraya dan Tanjung Selor diprakirakan hujan dengan intensitas ringan. Banjarmasin dilanda udara kabur, sementara Samarinda berawan tebal.
Mamuju dan Palu diprakirakan hujan dengan intensitas ringan. Makassar, Kendari, dan Gorontalo diprakirakan berawan tebal, sedangkan Manado cerah berawan.
Ternate diprakirakan berawan tebal. Ambon, Manokwari, Jayapura, dan Jayawijaya diprakirakan hujan dengan intensitas ringan.
Sorong, Nabire, dan Merauke dilanda udara kabur. Kondisi ini perlu diwaspadai warga yang hendak beraktivitas pagi hari, terutama penerbangan dan pelayaran.
Prakiraan cuaca BMKG ini bersifat harian dan dapat berubah sewaktu-waktu. Warga di wilayah yang diprakirakan hujan ringan disarankan menyiapkan perlengkapan hujan sebelum beraktivitas.
Bagi wilayah dengan kondisi udara kabur, warga dengan gangguan pernapasan sebaiknya membatasi aktivitas luar ruang. Informasi terbaru bisa dipantau melalui kanal resmi BMKG.