3.600 Hektare Sawah di Rejang Lebong Terancam Kekeringan, Distankan Usulkan 64 Pompa Air

Penulis: Alfian Batubara  •  Rabu, 16 September 2026 | 07:56:31 WIB
Sawah di Kecamatan Curup Utara, Rejang Lebong, mulai mengalami penurunan pasokan air irigasi akibat musim kemarau.

Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, mencatat sekitar 3.600 hektare areal persawahan di dua kecamatan terancam kekeringan akibat musim kemarau. Irigasi yang biasanya mengaliri sawah warga di Kecamatan Curup Utara dan Padang Ulak Tanding mulai mengering, sementara bantuan 64 unit mesin pompa air ke Kementerian Pertanian masih menunggu realisasi.

REJANG LEBONG — Kepala Distankan Rejang Lebong Suradi Ripai menyebut penurunan ketersediaan air irigasi mulai berdampak pada lahan pertanian di dua kecamatan. Kecamatan Curup Utara memiliki luas sawah sekitar 2.707 hektare, sedangkan Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT) seluas lebih dari 900 hektare.

Di Curup Utara, persawahan yang mulai terdampak berada di Desa Dusun Sawah, Lubuk Kembang, dan Batu Panco. Adapun di Kecamatan PUT, ketersediaan air berkurang di kawasan persawahan Desa Air Kati dan Tanjung Sanai.

Belum Ada Laporan Gagal Panen

Meski pasokan air menyusut, Distankan Rejang Lebong belum menerima laporan kasus gagal panen dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Penurunan pasokan air tetap dikhawatirkan mempengaruhi hasil produksi pertanian di wilayah tersebut.

"Saat ini ada dua kecamatan yang lahan pertaniannya mulai terancam kekeringan. Irigasi yang biasanya mengaliri sawah warga mulai mengering. Total luas persawahan di dua kecamatan ini mencapai lebih dari 3.600 hektare," kata Suradi di Rejang Lebong.

64 Pompa Air Diusulkan ke Kementerian Pertanian

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, Distankan Rejang Lebong telah mengusulkan bantuan 64 unit mesin pompa air kepada Kementerian Pertanian. Usulan tersebut masih menunggu proses realisasi.

Selain pasokan air yang menyusut, musim kemarau juga memicu potensi peningkatan serangan hama dan penyakit tanaman. Petani yang membutuhkan penanganan diimbau mengajukan bantuan pestisida melalui PPL di wilayah masing-masing.

Petani Diminta Sesuaikan Pola Tanam

Distankan Rejang Lebong mengimbau petani menyesuaikan pola tanam dengan kondisi ketersediaan air. Bagi petani yang belum memasuki masa tanam padi, disarankan menunda penanaman atau beralih sementara ke komoditas palawija yang lebih hemat air.

Penyesuaian pola tanam itu diharapkan menekan risiko tanaman kekurangan air sekaligus mencegah potensi gagal panen apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top