S&P Beri INALUM Peringkat BBB, Modal Genjot Hilirisasi Aluminium

Penulis: Jonatan Nasution  •  Senin, 14 September 2026 | 10:04:01 WIB
Peringkat BBB dari S&P menempatkan INALUM sejajar dengan emiten besar sektor mineral dan logam.

BENGKULUJakarta — Peringkat BBB dari S&P Global Ratings menempatkan INALUM sejajar dengan emiten-emiten besar di sektor mineral dan logam. Lembaga pemeringkat itu menilai posisi strategis INALUM dalam Grup MIND ID serta kuatnya dukungan Pemerintah melalui MIND ID terhadap perusahaan.

S&P juga memandang INALUM sebagai penggerak hilirisasi bauksit dan pengembangan rantai nilai aluminium nasional. Peran itu sejalan dengan agenda MIND ID memperkuat industri mineral dan logam terintegrasi di Indonesia.

Peringkat Domestik Ikut Naik

Pencapaian di kancah internasional melengkapi penguatan profil kredit INALUM di pasar domestik. Pada Agustus 2026, PEFINDO menaikkan peringkat INALUM satu tingkat dari idAA-/Stable menjadi idAA/Stable.

Sebelumnya, perusahaan bertahan di peringkat idAA-/Stable selama tiga tahun. Kenaikan ganda dari dua lembaga pemeringkat ini datang di waktu yang tepat, ketika INALUM tengah mempersiapkan kebutuhan pendanaan untuk sejumlah proyek hilirisasi aluminium.

Biaya Produksi di Kuartil Pertama Dunia

S&P menyoroti struktur biaya operasional INALUM yang kompetitif. Perusahaan mampu beroperasi pada kuartil pertama kurva biaya global, jauh lebih efisien dibandingkan rata-rata industri pada 2026.

Efisiensi itu ditopang pasokan energi hidro yang stabil dan integrasi bahan baku domestik. Pembangkit listrik tenaga air yang memasok smelter INALUM tidak hanya menekan emisi karbon, tetapi juga menjaga profitabilitas dan efisiensi biaya produksi.

Saat ini INALUM mengoperasikan smelter aluminium primer berkapasitas sekitar 275 ribu ton per tahun. Lewat kepemilikan mayoritas di PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), perusahaan telah melepaskan ketergantungan impor bahan baku alumina.

BAI mengoperasikan Smelter-Grade Alumina Refinery 1 (SGAR 1) di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan kapasitas sekitar 1 juta ton alumina per tahun.

SGAR 2 dan Smelter 2 Dorong Kapasitas Tiga Kali Lipat

Dua proyek strategis nasional menjadi kunci pertumbuhan INALUM ke depan. SGAR 2 direncanakan menambah kapasitas produksi alumina sekitar 1 juta ton per tahun, atau dua kali lipat kapasitas yang ada saat ini.

Smelter 2 dirancang berkapasitas sekitar 600 ribu ton aluminium per tahun. Jika rampung, total kapasitas smelter aluminium primer INALUM akan meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan kapasitas saat ini.

Pengembangan proyek-proyek tersebut berpotensi mendongkrak kapasitas dan pendapatan INALUM secara signifikan hingga 2030. Pemegang saham utama turut menopang lewat kemitraan strategis maupun dukungan permodalan.

Harga Aluminium Diprediksi Tetap Suportif

Kondisi industri yang positif diperkirakan menopang kinerja INALUM dalam satu hingga dua tahun ke depan. Harga aluminium diprediksi tetap suportif seiring ketatnya pasokan global.

Volume penjualan dari smelter eksisting yang stabil juga akan menopang pertumbuhan EBITDA perusahaan. Kombinasi harga dan volume ini memberi ruang bagi INALUM untuk mengeksekusi rencana investasinya.

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, menyebut capaian ini sebagai pengakuan sekaligus momentum untuk memperkuat fundamental bisnis.

"Investment grade ini menjadi pengakuan sekaligus momentum bagi perusahaan untuk terus memperkuat fundamental bisnis dan menjalankan transformasi industri aluminium nasional secara berkelanjutan," ujar Melati.

Bagi pasar, peringkat investment-grade ini membuka akses pendanaan yang lebih luas dan murah. INALUM berada di posisi yang lebih kuat untuk membiayai ekspansi hilirisasi tanpa mengorbankan profil kreditnya.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: ladangberita.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top