BENGKULU — Gangguan dimulai pukul 6.30 waktu AS bagian timur. Insiden ini menghantam Grok yang terintegrasi di X, serta aplikasi Android dan iOS. SpaceXAI memulihkan sistem dan layanan kembali normal, namun perusahaan bungkam soal penyebab teknis spesifik di balik gangguan tersebut.
SpaceXAI menyampaikan permintaan maaf resmi melalui akun X-nya pada Jumat (4/9) waktu Indonesia. Permintaan maaf ditujukan kepada pengguna Grok dan "mitra komputasi" yang terdampak, meski identitas mitra tersebut tak dirinci.
Pelaku industri menyoroti waktu kejadian yang hampir beriringan dengan tumbangnya platform AI lain. Claude milik Anthropic terganggu pada Kamis pukul 6.30 waktu AS bagian timur dan baru pulih pukul 9.16. Insiden tersebut memengaruhi Claude Mythos 5.1, Claude Fable 5.1, dan Claude Opus 5.
OpenAI juga mencatat masalah pada ChatGPT dan Codex yang mulai dilaporkan pengguna pukul 7.30 waktu AS bagian timur. Layanan dinyatakan pulih pada pukul 9.55. Baik Anthropic maupun OpenAI tidak mengonfirmasi apakah gangguan mereka berkaitan dengan isu pusat data SpaceXAI.
Keterkaitan ketiga insiden ini menarik ditelisik. Anthropic dan SpaceXAI baru saja menandatangani kesepakatan sewa daya komputasi. Kegagalan infrastruktur di Memphis berpotensi menciptakan efek domino pada layanan AI lain yang bergantung pada kapasitas server yang sama.
CEO Elon Musk merespons insiden ini lewat unggahan terpisah di X. Dia menyatakan tim teknis mengambil langkah korektif agar kejadian serupa tak terulang, tanpa merinci durasi perbaikan atau skema kompensasi bagi pengguna enterprise.
Insiden ini menyoroti risiko konsentrasi infrastruktur bagi pengembang dan startup Indonesia yang mengandalkan API dari layanan AI global. Ketergantungan pada satu penyedia pusat data bisa memicu gangguan layanan produk lokal secara simultan ketika pemasok mengalami kegagalan.
SpaceXAI memastikan seluruh sistem berfungsi secara nominal dan menegaskan komitmennya meningkatkan keandalan infrastruktur. Namun, tanpa transparansi akar masalah dan mitigasi jangka panjang, kekhawatiran pelaku bisnis terhadap potensi pengulangan insiden tetap terbuka.