Pengrajin Batik Besurek: Sentra, Motif, dan Produk Khas Bengkulu

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 02 September 2026 | 20:09:01 WIB
Seorang pengrajin menyelesaikan pembuatan Batik Besurek dengan motif kaligrafi khas Bengkulu di sentra kerajinannya.

BENGKULU - Pengrajin batik besurek menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya Bengkulu tetap hidup di tengah perubahan selera pasar.

Kain ini bukan sekadar lembaran batik bermotif tulisan, melainkan hasil pertemuan antara tradisi Melayu Bengkulu, pengaruh Islam, kekayaan flora-fauna lokal, dan keterampilan tangan yang diwariskan lintas generasi.

Karena itu, mencari pengrajin batik besurek bukan hanya soal menemukan tempat membeli kain, tetapi juga mengenali proses kreatif di balik sebuah wastra khas daerah.

Batik Besurek memiliki ciri yang mudah dikenali, terutama melalui ornamen menyerupai kaligrafi Arab yang kemudian dipadukan dengan motif khas Bengkulu seperti Rafflesia, relung paku, burung kuau, dan berbagai tumbuhan.

Pemerintah melalui Data Kebudayaan Kemendikbud juga mencatat Kain Besurek sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dalam domain kemahiran dan kerajinan tradisional.

Mengenal Batik Besurek dan Asal Karakternya

Sebelum memilih produk atau mendatangi sentra kerajinan, penting memahami apa yang membuat Besurek berbeda dari batik daerah lain.

Kata "besurek" berasal dari dialek Melayu Bengkulu yang bermakna "bersurat". Ciri visualnya berupa motif menyerupai tulisan atau kaligrafi Arab.

Dalam perkembangannya, motif tersebut dipadukan dengan unsur alam Bengkulu sehingga menghasilkan karakter visual yang tidak ditemukan pada batik daerah lain.

Sejumlah sumber kebudayaan menyebut adanya pengaruh pedagang Arab dan pekerja dari India dalam perkembangan awal kain Besurek di Bengkulu.

Seiring perjalanan waktu, unsur tersebut berinteraksi dengan kebudayaan lokal dan menghasilkan ragam motif yang menjadi identitas masyarakat Bengkulu.

Ciri utama Batik Besurek

Motif menyerupai kaligrafi Arab menjadi salah satu unsur visual paling kuat.

Bunga Rafflesia sering digunakan sebagai penanda identitas Bengkulu.

Motif flora dan fauna lokal memperkaya komposisi kain.

Warna dapat dibuat lebih tradisional maupun disesuaikan dengan selera busana modern.

Produk tidak terbatas pada kain lembaran, tetapi berkembang menjadi pakaian dan aksesori.

Teknik produksinya dapat berupa batik tulis, cap, maupun printing.

Perkembangan tersebut membuat Batik Besurek tidak berhenti sebagai kain untuk kepentingan adat. Penelitian mengenai kerajinan Besurek menunjukkan pemanfaatannya telah meluas menjadi busana, mukena, sarung, jilbab, hingga berbagai produk kebutuhan sehari-hari.

Pengrajin Batik Besurek di Bengkulu yang Menarik Dikenal

Bengkulu memiliki pelaku usaha yang mengembangkan Besurek dengan pendekatan berbeda. Ada yang mempertahankan karakter tradisional, sementara lainnya mengolah motif menjadi busana kontemporer.

Salah satu cara terbaik mengenali pengrajin adalah melihat rekam produk, teknik pembuatan, konsistensi motif, serta keterlibatan dalam pelestarian budaya.

Atiq Batik Bengkulu

Atiq Batik merupakan salah satu pelaku usaha yang tercatat dalam platform Karya Kreatif Indonesia.

Usaha ini berdiri sejak 1999 dan berfokus pada pelestarian wastra khas Bengkulu, termasuk Batik Besurek serta produk pakaian jadi.

Yang menarik, pengembangan produknya tidak berhenti pada kain tradisional. Motif Besurek dipakai untuk menghasilkan berbagai bentuk pakaian yang lebih mudah digunakan dalam kehidupan modern.

Beberapa produk yang tercatat antara lain kain Besurek bermotif Rafflesia dan kaligrafi, tunik, hingga gamis. Salah satu produk kain yang dipasarkan menggunakan bahan sutra dengan teknik batik tulis.

Atiq Batik juga tercatat memberdayakan perempuan di lingkungan sekitar dalam proses produksinya.

Aktivitas pameran di dalam dan luar negeri menunjukkan bahwa produk Besurek dapat bergerak dari pasar lokal menuju pasar yang lebih luas.

Oase Gallery merupakan pelaku UMKM Bengkulu lain yang menarik diperhatikan, terutama bagi pencari produk Besurek dengan desain yang lebih siap dipakai.

Produk yang tercatat pada Karya Kreatif Indonesia mencakup tunik, outer, blazer, kaftan, dan kemeja dengan kombinasi motif Rafflesia, kaligrafi, relung paku, serta unsur rumah adat.

Oase Gallery tercatat beralamat di Jalan Raflesia Raya RK No. 2, Kelurahan Nusa Indah, Kota Bengkulu.

Informasi tersebut dapat menjadi titik awal bagi pencarian produk ketika ingin melihat langsung karya UMKM Besurek di Kota Bengkulu.

Perkembangan Oase juga menunjukkan bahwa Besurek mempunyai peluang masuk ke pasar internasional.

Pada 2026, ANTARA melaporkan produk Batik Besurek Oase Gallery telah dipasarkan ke Malaysia dan Singapura.

Swarnabumei

Swarnabumei menghadirkan pendekatan lain dalam pengembangan kain Besurek. Galeri ini berdiri pada 2017 dan memproduksi kain serta pakaian dengan karakter Besurek yang lebih beragam.

Salah satu produk yang tercatat adalah Kain Cap Besurek Azura berbahan katun dengan ukuran 115 x 210 cm. Produk tersebut menggunakan teknik cap dan memadukan motif Besurek dengan Rafflesia.

Swarnabumei juga menawarkan pakaian pria dan wanita, kerudung, tas, serta dekorasi rumah. Dengan demikian, pendekatannya tidak hanya menjadikan Besurek sebagai kain untuk acara formal, tetapi juga sebagai material produk gaya hidup.

Pada perkembangan terbaru, RRI melaporkan Swarnabumei mengembangkan variasi motif melalui galeri dan workshop di Jalan Ratu Agung, Kota Bengkulu. Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas pilihan motif sambil mempertahankan karakter Besurek.

Motif yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Besurek

Motif merupakan bagian yang membuat setiap kain Besurek mempunyai cerita. Karena itu, pembeli sebaiknya tidak hanya menilai warna dan harga.

Referensi Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya mencatat sejumlah motif dasar Besurek, termasuk kaligrafi Arab, rembulan-kaligrafi, melati-kaligrafi, burung kuau-kaligrafi, pohon hayat-burung kuau-kaligrafi, hingga kombinasi relung paku dan burung punai.

Kaligrafi Arab

Motif kaligrafi menjadi salah satu ciri yang paling mudah dikenali.

Dalam konteks Besurek, bentuk tersebut memiliki karakter visual menyerupai tulisan Arab, tetapi tidak dapat disamakan begitu saja dengan teks Arab yang mempunyai makna tertentu.

Beberapa pelaku UMKM secara eksplisit menjelaskan bahwa ornamen tersebut merupakan bentuk kaligrafis yang tidak mempunyai arti literal.

Rafflesia

Rafflesia menjadi unsur yang kuat karena berkaitan langsung dengan identitas Bengkulu.

Penggabungan kaligrafi dan Rafflesia menciptakan pertemuan antara pengaruh budaya Islam dengan simbol alam daerah.

Kombinasi tersebut banyak digunakan oleh pengrajin kontemporer untuk menghasilkan kain yang tetap mudah dikenali sebagai Besurek tetapi lebih dekat dengan kebutuhan mode modern.

Relung Paku dan Flora Lokal

Relung paku merupakan salah satu motif flora yang telah lama hadir dalam ragam Besurek. Selain relung paku, terdapat pula bunga melati, cempaka, dan berbagai unsur tumbuhan.

Keberadaan flora lokal menunjukkan bahwa perkembangan Besurek tidak hanya berkaitan dengan satu sumber budaya. Kain ini justru menjadi ruang pertemuan antara simbol keagamaan, alam, dan imajinasi pengrajin.

Burung Kuau dan Fauna

Burung kuau termasuk motif fauna yang dikenal dalam ragam Besurek.

Penggunaan unsur fauna membuat komposisi kain menjadi lebih dinamis. Motif fauna tersebut juga memperlihatkan bagaimana pengrajin memasukkan lingkungan sekitar ke dalam karya tekstil.

Memilih Produk dari Pengrajin Sesuai Kebutuhan

Mendatangi pengrajin akan lebih mudah jika kebutuhan sudah ditentukan sejak awal. Kain untuk koleksi tentu memiliki pertimbangan berbeda dengan pakaian untuk acara resmi.

Jika mencari kain untuk koleksi

Prioritaskan teknik batik tulis apabila menginginkan pengerjaan manual yang lebih detail.

Perhatikan kepadatan motif.

Tanyakan jenis kain yang digunakan.

Cari informasi mengenai pewarna yang digunakan.

Periksa bagian belakang kain untuk melihat karakter hasil pengerjaan.

Batik tulis umumnya membutuhkan waktu dan ketelitian lebih besar dibanding produk cap atau printing. Karena itu, harga tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran.

Jika mencari pakaian siap pakai

Pilih motif sesuai kebutuhan acara.

Periksa kenyamanan bahan.

Pastikan ukuran sesuai.

Perhatikan posisi motif pada potongan pakaian.

Cari desain yang mudah dipadukan dengan busana lain.

Produk seperti tunik, outer, kemeja, blazer, dan kaftan menjadi contoh bagaimana Besurek telah beradaptasi dengan kebutuhan busana kontemporer. Produk Oase Gallery yang tercatat di Karya Kreatif Indonesia menunjukkan variasi tersebut secara nyata.

Jika mencari oleh-oleh khas Bengkulu

Tidak selalu harus membeli kain berukuran besar.

Pilihan seperti aksesori, kerudung, tas, atau produk dekorasi dapat menjadi alternatif jika ingin membawa unsur Besurek dalam ukuran lebih praktis. Swarnabumei, misalnya, mengembangkan produk Besurek hingga pakaian dan aksesori.

Teknik Pembuatan: Tulis, Cap, atau Printing?

Perbedaan teknik berpengaruh terhadap tampilan, harga, dan karakter produk. Pengetahuan sederhana mengenai teknik ini membantu menghindari salah memilih.

Batik tulis

Pada batik tulis, motif dikerjakan secara manual sehingga detail dapat terasa lebih personal. Perbedaan kecil pada garis atau komposisi justru menjadi bagian dari karakter pengerjaan tangan.

Atiq Batik, misalnya, tercatat memasarkan kain Besurek berbahan sutra dengan teknik batik tulis.

Batik cap

Teknik cap memungkinkan motif dibuat menggunakan alat cap sehingga produksi dapat berlangsung lebih konsisten dan relatif efisien.

Swarnabumei tercatat memiliki Kain Cap Besurek Azura yang menggunakan bahan katun dan teknik cap.

Printing

Teknik printing memungkinkan motif diproduksi dalam jumlah lebih banyak dan dengan harga yang lebih mudah dijangkau untuk kebutuhan tertentu.

Penelitian tentang seni kerajinan Besurek juga mencatat bahwa teknik produksi yang digunakan di Bengkulu meliputi tulis, cap, dan printing.

Perbedaan teknik bukan berarti satu selalu lebih baik daripada lainnya. Pilihan bergantung pada tujuan penggunaan, anggaran, ketahanan yang diharapkan, serta apresiasi terhadap proses kerajinan.

Mengapa Pengrajin Lokal Penting bagi Masa Depan Besurek?

Keberadaan pengrajin bukan sekadar urusan perdagangan. Di balik setiap kain terdapat pengetahuan mengenai motif, komposisi, pewarnaan, teknik pengerjaan, dan cara menerjemahkan identitas daerah ke dalam benda yang dapat digunakan.

Kementerian Pendidikan juga memasukkan Kain Besurek dalam daftar Warisan Budaya Takbenda Bengkulu pada kategori kemahiran dan kerajinan tradisional.

Artinya, keberlanjutan Besurek membutuhkan lebih dari sekadar dokumentasi. Pengrajin harus tetap mempunyai ruang untuk menghasilkan karya, sementara masyarakat perlu mempunyai alasan untuk membeli dan menggunakan produk tersebut.

Di sinilah inovasi menjadi penting.

Jika Besurek hanya dipertahankan sebagai kain untuk acara tertentu, ruang pasarnya akan terbatas.

Sebaliknya, ketika motifnya diterapkan pada tunik, kemeja, outer, aksesori, atau dekorasi rumah, kesempatan untuk memperkenalkan budaya Bengkulu menjadi lebih luas.

Penelitian mengenai pengembangan Besurek juga menunjukkan kecenderungan gaya klasik, modern, serta perpaduan keduanya dalam produk kerajinan.

Cara Menemukan Pengrajin Besurek yang Tepat

Tidak semua produk dengan tulisan atau motif menyerupai kaligrafi otomatis mempunyai kualitas yang sama. Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan sebelum membeli.

Periksa identitas produsen

Cari nama usaha atau galeri yang jelas.

Perhatikan alamat dan kontak resmi.

Lihat portofolio produk.

Periksa apakah terdapat informasi mengenai teknik pembuatan.

Bandingkan beberapa produk sebelum menentukan pilihan.

Platform Karya Kreatif Indonesia dapat menjadi salah satu referensi untuk mengenali UMKM Besurek karena memuat profil usaha, produk, bahan, teknik, dan informasi kontak pada sejumlah pelaku usaha.

Tanyakan detail kain

Sebelum membeli kain bernilai cukup tinggi, beberapa pertanyaan layak diajukan:

Apakah kain dibuat dengan teknik tulis, cap, atau printing?

Apa jenis bahannya?

Apakah pewarna yang digunakan sintetis atau alami?

Berapa ukuran kain?

Apakah motif merupakan desain tradisional atau pengembangan baru?

Bagaimana cara mencuci dan menyimpannya?

Pertanyaan tersebut bukan sekadar formalitas. Informasi bahan dan teknik dapat membantu menentukan apakah harga produk sebanding dengan karakter pengerjaannya.

FAQ

Apa yang dimaksud Batik Besurek?

Batik Besurek adalah kain batik khas Bengkulu yang dikenal melalui motif menyerupai kaligrafi Arab dan perpaduannya dengan unsur flora serta fauna lokal.

Apakah motif Besurek hanya berupa kaligrafi?

Tidak. Selain motif menyerupai kaligrafi, terdapat Rafflesia, relung paku, burung kuau, bunga melati, pohon hayat, dan sejumlah motif lainnya.

Apakah Besurek hanya digunakan untuk kain adat?

Tidak. Perkembangannya telah mencakup pakaian sehari-hari, mukena, sarung, jilbab, aksesori, dan berbagai produk lainnya.

Apa perbedaan batik tulis dan cap?

Batik tulis dikerjakan secara manual, sedangkan batik cap menggunakan alat cap untuk membentuk motif. Keduanya mempunyai karakter pengerjaan dan nilai produk yang berbeda.

Di mana mencari produk Besurek dari UMKM?

Beberapa pelaku yang dapat dijadikan referensi antara lain Atiq Batik, Oase Gallery, dan Swarnabumei. Informasi produk dan profil ketiganya tercatat pada platform Karya Kreatif Indonesia.

Penutup

Batik Besurek akan terus hidup ketika motifnya tidak hanya disimpan sebagai peninggalan, tetapi dikenakan, dikoleksi, dan dikembangkan tanpa kehilangan akar budayanya.

Di tangan pengrajin batik besurek, garis, warna, dan motif berubah menjadi cerita tentang Bengkulu—sebuah cerita yang masih terus ditulis hingga hari ini.

Reporter: Redaksi
Back to top