BENGKULU — Gubernur Bengkulu Helmi Hasan meminta PWI Provinsi Bengkulu menjaga kualitas karya jurnalistik di tengah derasnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Permintaan itu disampaikan saat menerima audiensi pengurus PWI periode 2026-2031 di ruang kerja gubernur, Rabu (2/9).
Audiensi tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus perkenalan kepengurusan PWI hasil Konferensi Provinsi Bengkulu. Dalam pertemuan itu, gubernur ke-11 Bengkulu itu menyoroti cepatnya perubahan teknologi yang berdampak pada pola konsumsi informasi masyarakat.
Helmi mencontohkan, dulu orang yang hendak membuat narasi harus mencari bahan dari koran, televisi, atau radio. Kini informasi bisa didapat dalam hitungan detik melalui beragam platform digital. “Kecepatan teknologi sangat luar biasa,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi ini berbeda jauh dengan masa lalu. Perkembangan teknologi yang pesat membuat batas antara produsen dan konsumen informasi semakin tipis, sehingga wartawan tidak bisa lagi bekerja dengan cara lama.
Helmi berpesan agar karya jurnalistik terus dikawal supaya tetap dipercaya masyarakat. “Berita-beritanya juga tidak boleh basi, karena kecepatan informasi saat ini jauh lebih baik dari dulu,” katanya.
Ia menambahkan, PWI harus meningkatkan kapasitas wartawan, apalagi teknologi AI kini memudahkan berbagai pekerjaan. Organisasi profesi diharapkan menjadi wadah bagi anggotanya untuk beradaptasi tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip jurnalistik.
Ketua PWI Provinsi Bengkulu Marshal Abadi menyampaikan apresiasi atas sambutan, dukungan, dan masukan yang diberikan gubernur. Pertemuan ini menjadi catatan penting bagi pengurus untuk meningkatkan kapasitas wartawan.
“Ini tentu menjadi masukan dan catatan bagi kami di PWI agar ke depan lebih baik dalam meningkatkan kemampuan kawan-kawan wartawan,” ujarnya.
Marshal menambahkan, masukan tersebut akan dijadikan bahan evaluasi dalam menjalankan program kerja. PWI Provinsi Bengkulu berkomitmen meningkatkan profesionalisme wartawan di tengah cepatnya perkembangan teknologi informasi.