Pemkab Kepahiang Revitalisasi 29 Sekolah, 12 PAUD hingga 5 SMP Terima Alokasi Program 2026

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Selasa, 01 September 2026 | 20:52:01 WIB
Bupati Kepahiang Zurdi Nata menyampaikan program revitalisasi 29 satuan pendidikan dari Kemendikdasmen untuk periode 2026 di Kepahiang, Selasa.

Pemerintah Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu menerima alokasi program renovasi dan revitalisasi untuk 29 satuan pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk periode 2026. Program ini mencakup 12 PAUD, 11 SD, lima SMP, dan satu unit sekolah baru yang menyasar peningkatan kualitas sarana belajar.

KEPAHIANG — Sebanyak 29 satuan pendidikan di Kabupaten Kepahiang bakal direnovasi melalui program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada periode 2026. Alokasi tersebut mencakup perbaikan, pembangunan, hingga penyediaan fasilitas penunjang pembelajaran bagi peserta didik.

Bupati Kepahiang Zurdi Nata menyebut program ini bagian dari upaya memastikan setiap sekolah memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Dengan begitu, proses belajar mengajar diharapkan berjalan lebih optimal.

Rincian Sekolah Penerima Program di Kepahiang

Dari total 29 satuan pendidikan, jenjang PAUD menerima jatah terbanyak dengan 12 sekolah. Disusul 11 SD, lima SMP, dan satu PAUD yang mendapat dukungan melalui program unit sekolah baru.

Pemerintah daerah menilai pemerataan ini penting, terutama untuk wilayah yang selama ini kekurangan ruang kelas layak. Kehadiran unit sekolah baru juga diharapkan memangkas jarak tempuh anak-anak menuju sekolah.

Tujuan Strategis: Ciptakan Lingkungan Belajar yang Layak

Program revitalisasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan sarana pendidikan yang berkualitas, termasuk rehabilitasi bangunan dan penambahan fasilitas penunjang. Target akhirnya adalah terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi siswa.

Bupati menekankan bahwa semakin banyak sekolah yang tersentuh program, semakin banyak anak yang bisa belajar di tempat yang lebih layak. Hal ini sejalan dengan prioritas pemerintah daerah dalam percepatan pemenuhan infrastruktur pendidikan dasar.

Transparansi dan Akuntabilitas Jadi Kunci Pelaksanaan

Dalam pelaksanaannya, Zurdi Nata meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan maupun pengelolaan program mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Hal ini penting untuk memastikan anggaran digunakan sesuai peruntukan dan memberi manfaat maksimal.

"Kami berharap program ini juga dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kenyamanan serta kualitas lingkungan belajar bagi peserta didik di Kabupaten Kepahiang," ujar Zurdi di Kepahiang, Selasa.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top