Xpeng X9 Jadi Mobil Dinas Menkeu Purbaya: MPV Listrik Rp 1,1 Miliar yang Menantang Dominasi Alphard

Penulis: Alfian Batubara  •  Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:55:31 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkenalkan Xpeng X9 sebagai mobil dinas barunya di lingkungan Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8).

BENGKULU — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi kabar penggunaan mobil dinas barunya pada Jumat (28/8) lalu. Saat ditemui wartawan di lingkungan Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, ia memperkenalkan Xpeng X9—MPV listrik dari merek China yang baru meramaikan pasar Indonesia. "Iya (mobil) baru, nih. Mobil listrik, supaya konsumsi BBM-nya berkurang jadi mendukung program pemerintah," ujarnya singkat.

Xpeng X9: Lawan Berat Alphard yang Lebih dari Sekadar MPV Listrik

Xpeng X9 bukan kendaraan murah. Di situs resmi Xpeng Indonesia, MPV ini dibanderol mulai Rp 1.140.000.000 hingga Rp 1.259.000.000 (On The Road Jakarta). Dengan banderol tersebut, X9 langsung diposisikan sebagai pesaing ketat Denza D9 dan Toyota Alphard—dua nama yang selama ini menguasai segmen MPV mewah di Indonesia.

Purbaya enggan menyebut nominal pasti yang ia keluarkan untuk mobil dinas barunya. "Enggak tahu (harga mobilnya)," jawabnya saat dicecar wartawan. Meski begitu, kehadiran X9 di lingkungan pejabat eselon satu menegaskan bahwa kendaraan listrik premium mulai dilirik kalangan pemerintahan, bukan hanya konsumen individu.

Dimensi Kabin: Baris Ketiga Fleksibel dengan Lipatan 60:40

Dari sisi dimensi, Xpeng X9 terbilang lega. Mobil ini memiliki panjang 5.316 mm, lebar 1.988 mm, dan tinggi 1.785 mm dengan wheelbase 3.160 mm. Angka-angka itu membuat kabinnya lebih luas dari rata-rata MPV yang beredar di Indonesia.

Fitur paling menarik ada di baris ketiga. Kursinya kini bisa dilipat dengan konfigurasi 60:40, sehingga ruang bagasi menjadi jauh lebih fleksibel. Pengguna bisa membawa tas golf, sepeda lipat, koper besar, stroller, atau perlengkapan outdoor tanpa mengorbankan seluruh kursi belakang—nilai jual yang tidak dimiliki Alphard generasi lama dengan lipatan konvensional.

Performa dan Jarak Tempuh: Klaim NEDC vs Realita di Lapangan

Soal performa, Xpeng X9 tersedia dalam tiga varian: standar range, long range pro, dan long range pro+. Varian standar diklaim mampu menempuh 620 km, sementara varian teratasnya menembus 715 km. Namun perlu dicatat, angka ini berdasarkan standar NEDC yang cenderung optimistis.

Dalam kondisi nyata di Indonesia—dengan kemacetan, penggunaan AC, dan jalan tol—angka tersebut biasanya turun 15-20 persen. Belum diketahui varian mana yang dipilih Purbaya. Yang jelas, X9 dibekali penggerak listrik murni dengan performa cukup untuk ukuran MPV sebesar ini. Bagi pengguna yang terbiasa dengan kehalusan mesin V6 Alphard, transisi ke motor listrik terasa berbeda—lebih senyap, tapi butuh adaptasi soal infrastruktur charging.

Catatan Penting Sebelum Memboyong X9 ke Garasi

Ada beberapa catatan yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan membeli X9. Pertama, harga Rp 1,1 miliar untuk MPV listrik masih terbilang baru di pasar Indonesia, sehingga nilai jual kembali (resale value) belum teruji. Kedua, jaringan layanan purna jual Xpeng di Indonesia masih jauh dari jangkauan Toyota atau Lexus.

Ketiga, infrastruktur pengisian daya di luar Jabodetabek masih terbatas—ini penting jika mobil dipakai untuk perjalanan antar kota. Dari sisi keputusan Purbaya, memilih mobil listrik untuk kendaraan dinas adalah langkah simbolis yang kuat. Tapi publik berhak mempertanyakan: apakah sudah waktunya pejabat negara menggunakan kendaraan mewah listrik, atau justru memilih opsi yang lebih sederhana? Terlepas dari itu, X9 adalah produk yang serius—secara fitur dan harga, ia memang dirancang untuk melawan yang terbaik dari Jepang.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top