BENGKULU — On menambah lini sepatu lari performa tingginya dengan menghadirkan Cloudboom Volt. Posisinya menarik: lebih murah dari saudaranya yang jadi andalan balapan, Cloudboom Strike 2, tapi tetap mengusung teknologi pelat karbon dan busa premium. Setelah diuji dalam berbagai sesi latihan, sepatu ini terbukti menjadi opsi solid untuk pelari yang ingin meningkatkan kecepatan di sesi latihan, bukan untuk mengejar podium.
Cloudboom Volt dibanderol US$200 (sekitar Rp 3,3 juta) di pasar global. Di Indonesia, harganya diprediksi akan selaras dengan nilai tersebut, menjadikannya pilihan lebih terjangkau dibandingkan Cloudboom Strike 2 yang dijual US$250 (sekitar Rp 4,1 juta).
Harga ini menempatkannya di segmen yang sama dengan sepatu latihan cepat berpelat lainnya, bukan di kelas super shoe premium. On biasanya merilis produk barunya di Indonesia beberapa minggu setelah peluncuran global, jadi pantau terus kanal resminya.
Secara visual, Cloudboom Volt langsung mencuri perhatian. Varian warna biru muda "Celeste" yang diuji tampil sangat premium dan segar. Bagian upper menggunakan mesh ringan dengan bantalan minimal di area kerah, memberikan kenyamanan tanpa menambah bobot berlebih. Sepatu ini pas di ukuran normal dan cukup aman menggenggam kaki saat berlari cepat.
Dengan berat 7,8 ons (sekitar 221 gram) untuk ukuran US 9,5, sepatu ini tergolong ringan, namun masih kalah dari super shoe sejati yang biasanya berbobot di bawah 7 ons. Drop 5mm dan pelat karbon di bagian midsole menjadi ciri khas sepatu ini.
Performa Cloudboom Volt justru paling terasa saat dipakai untuk latihan interval dan tempo run. Busa Helion HF yang digunakan terasa lebih padat dan kencang dibandingkan versi di Cloudboom Strike 2. Hasilnya, transisi dari tumit ke ujung kaki terasa cepat, efisien, dan stabil.
Berbeda dari super shoe lain yang sangat agresif dan empuk, Cloudboom Volt menawarkan pengalaman berlari yang lebih natural dan tradisional. Ini menjadi nilai jual utama bagi pelari yang tidak nyaman dengan sepatu balapan yang terlalu melengkung atau terlalu empuk. Sepatu ini juga terasa stabil saat dipakai di kecepatan pelan, sebuah kelebihan yang jarang ditemukan di sepatu berpelat.
Salah satu kejutan positif dari sepatu ini adalah cakupan karet outsole yang luas. Ini jarang ditemui pada sepatu balap yang biasanya memangkas karet demi bobot. Keuntungannya jelas: daya tahan lebih baik untuk pemakaian latihan rutin, dan cengkeraman tetap optimal di jalan basah. Sepatu ini pun masih percaya diri diajak ke lintasan tanah ringan.
Cloudboom Volt adalah pilihan tepat bagi pelari yang menginginkan sepatu berpelat karbon untuk mempercepat latihan harian, dengan prioritas pada kestabilan dan kenyamanan alami, bukan sensasi memantul yang ekstrem. Jika kamu mencari sepatu untuk memecahkan rekor pribadi di hari balapan, Cloudboom Strike 2 atau opsi super shoe lain seperti Puma Fast-R Nitro Elite 3 tetap menjadi pilihan yang lebih agresif.
Namun, jika kamu menemukan Cloudboom Volt di harga diskon sekitar Rp 2,5 juta, sepatu ini layak masuk dalam rotasi latihanmu. Pesaing utamanya di kelas ini adalah Adidas Adizero Evo SL yang menawarkan nilai lebih baik, tapi Cloudboom Volt punya karakter berkendara yang lebih stabil dan kokoh.