BENGKULU — Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, memimpin langsung jalannya apel besar tersebut. Dia hadir mewakili Gubernur Bengkulu yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Gerakan Pramuka Bengkulu, Helmi Hasan.
Mengusung tema "Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan", apel ini menjadi momentum strategis bagi organisasi kepanduan untuk berkontribusi nyata pada pembangunan daerah.
Dalam amanat Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso yang dibacakan R.A. Denni, ditegaskan bahwa persoalan swasembada pangan memiliki spektrum yang jauh lebih luas. Aspek pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, hingga pengelolaan sumber daya menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya mewujudkan ketahanan pangan.
"Generasi muda harus siap mengenali dan ikut menyelesaikan persoalan nyata di lingkungan sekitar," demikian bunyi amanat yang dibacakan tersebut.
Pesan ini menegaskan posisi strategis Pramuka dalam menyiapkan kader bangsa yang tidak hanya berkarakter kuat, tetapi juga memiliki kecakapan hidup dan kemandirian untuk menghadapi tantangan pembangunan, khususnya di sektor pangan.
Momen apel juga dimanfaatkan untuk memberikan penghargaan Lencana Melati kepada sejumlah tokoh atas dedikasi mereka dalam membina Gerakan Pramuka di Bumi Rafflesia. Penghargaan diserahkan langsung oleh R.A. Denni.
Para penerima penghargaan tersebut antara lain Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajudin, Bupati Kepahiang Zurdi Nata, Wakil Bupati Kepahiang Abdul Hafizd, dan Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid. Selain itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bengkulu Khairil Anwar serta Kepala Bapperida Provinsi Bengkulu Yuliswani juga menerima penghargaan serupa.
Penganugerahan Lencana Melati merupakan bentuk apresiasi tertinggi atas pengabdian dan kontribusi nyata para pembina dalam memajukan organisasi kepanduan di Provinsi Bengkulu.
Apel Besar Hari Pramuka ke-65 ini menjadi pengingat bahwa organisasi kepanduan memiliki tanggung jawab moral untuk melahirkan generasi muda yang adaptif terhadap perubahan zaman. Kreativitas, inovasi, dan keterampilan menjadi modal utama bagi anggota Pramuka untuk berkontribusi dalam pembangunan ketahanan pangan daerah.
Melalui kegiatan kepramukaan yang berkelanjutan, diharapkan muncul kader-kader muda yang mampu mengolah potensi lokal dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Komitmen Pemprov Bengkulu dalam mendukung program ini dinilai sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk memperkuat kemandirian pangan nasional.