Kapal BBM SPOB Gaharu Oleum 18 Sukses Sandar di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, Pasokan Pertalite 3.999 Ton Dibongkar

Penulis: Jonatan Nasution  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:42:32 WIB
Kapal SPOB Gaharu Oleum 18 bersandar di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, membawa 3.999 ton Pertalite.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 2 Bengkulu memastikan aktivitas kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) berjalan lancar di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, setelah alur pelabuhan dikeruk hingga kedalaman 6,5 meter low water spring (LWS). Kapal SPOB Gaharu Oleum 18 yang mengangkut 3.999 ton Pertalite berhasil bersandar pada Selasa (25/8), disusul SPOB Srikandi 512 dengan muatan 3.501 ton BBM pada Rabu (26/8). Kelancaran ini menjadi bukti perbaikan alur pelayaran yang sebelumnya terkendala sedimentasi dan kedangkalan.

BENGKULU — Dua kapal pengangkut BBM dalam sepekan terakhir sukses bersandar di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, menandai pulihnya keandalan alur pelayaran pasca-pengerukan. Kapal SPOB Gaharu Oleum 18 merapat sekitar pukul 11.00 WIB dengan membawa 3.999 ton Pertalite, disusul SPOB Srikandi 512 yang mengangkut 3.501 ton BBM untuk memenuhi kebutuhan energi warga Provinsi Bengkulu.

General Manager PT Pelindo Regional 2 Bengkulu Dimas Rizky Kusmayadi menegaskan, kelancaran kapal masuk dan bersandar menjadi bukti nyata komitmen perusahaan menjaga alur pelabuhan. "Di bulan kemerdekaan ini, kami terus menunjukkan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik. Bersandarnya SPOB Gaharu Oleum 18 dengan lancar menjadi bukti bahwa upaya menjaga alur Pelabuhan Pulau Baai terus dilakukan secara serius," kata Dimas di Bengkulu, Rabu.

Pengerukan Juli 2025 Jadi Titik Balik Kelancaran Distribusi BBM

Pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai yang tuntas pada Juli 2025 lalu menjadi faktor kunci kelancaran distribusi logistik, khususnya BBM. Dengan kedalaman 6,5 meter LWS, kapal-kapal pengangkut bahan bakar kini tidak lagi terkendala masalah sedimentasi yang sebelumnya sempat menjadi perhatian Pemerintah Pusat.

Pelindo memahami bahwa kelancaran pelabuhan berdampak langsung pada distribusi kebutuhan masyarakat. "Pelindo memahami bahwa kelancaran pelabuhan memiliki dampak langsung terhadap distribusi kebutuhan masyarakat. Karena itu, kami berupaya memastikan pelayanan kapal maupun kegiatan bongkar muat dapat berjalan dengan baik," ujar Dimas.

Mengapa Pelabuhan Pulau Baai Krusial bagi Warga Bengkulu?

Pelabuhan ini bukan sekadar titik sandar kapal, melainkan gerbang utama distribusi energi dan barang kebutuhan pokok di Provinsi Bengkulu. Kedatangan dua kapal pengangkut ribuan ton BBM pada momentum bulan kemerdekaan menunjukkan aktivitas pelayaran di pelabuhan tersebut terus membaik.

Menurut Dimas, kelancaran aktivitas kapal memiliki keterkaitan erat dengan distribusi berbagai kebutuhan masyarakat Bengkulu. Dua kapal yang bersandar membawa ribuan ton BBM yang menjadi kebutuhan energi utama warga, sehingga proses sandar dan bongkar muat yang lancar berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan.

Koordinasi Pemangku Kepentingan Terus Diperkuat

Pelindo Regional 2 Bengkulu tidak berhenti pada pengerukan. Perusahaan secara berkelanjutan melakukan pemantauan terhadap kondisi alur serta meningkatkan koordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan operasional pelabuhan.

"Target kami adalah bagaimana Pelabuhan Pulau Baai dapat terus memberikan pelayanan yang optimal. Pelabuhan ini memiliki peran strategis bagi perekonomian Bengkulu, sehingga kelancaran aktivitas kapal harus terus kita jaga bersama," tegas Dimas.

Perbaikan alur pelayaran ini diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi dan menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat Bengkulu dalam jangka panjang.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top