KPPN Bengkulu Buka Forum Konsultasi Publik, Dorong Satker Manfaatkan Teknologi Digital demi Akurasi Data Keuangan

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:20:01 WIB
Kepala KPPN Bengkulu, Mohammad Arief Barata, menyampaikan paparan layanan dalam Forum Konsultasi Publik di Kota Bengkulu, Rabu.

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bengkulu mengajak seluruh satuan kerja (satker) di wilayahnya untuk memperkuat kolaborasi dan memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan negara. Ajakan ini mengemuka dalam forum konsultasi publik (FKP) yang digelar di Kota Bengkulu, Rabu, sebagai wadah menjaring masukan demi perbaikan layanan yang berkelanjutan.

BENGKULU — KPPN Bengkulu menegaskan posisinya sebagai mitra bagi satuan kerja, bukan sekadar lembaga layanan terpisah. Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardhana, menyatakan keberhasilan satker dalam mengelola anggaran merupakan keberhasilan bersama yang harus dicapai dengan menyelesaikan setiap tantangan secara kolektif.

"KPPN dan satuan kerja bukanlah dua entitas yang terpisah, melainkan mitra yang bersama-sama menjalankan amanah pengelolaan keuangan negara. Keberhasilan satuan kerja merupakan keberhasilan kita bersama, dan setiap tantangan harus kita selesaikan secara bersama-sama," kata Irfan di Kota Bengkulu, Rabu.

Empat Prioritas Pengelolaan Keuangan yang Ditekankan KPPN

Dalam forum tersebut, Irfan memaparkan sejumlah prioritas yang harus dipegang setiap satker. Fokus utamanya bukan hanya pada penyerapan anggaran, tetapi juga pada kualitas data dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Ia mendorong peningkatan kompetensi pengelola keuangan di setiap instansi. Selain itu, optimalisasi teknologi digital dinilai krusial untuk mendukung proses yang lebih efektif, efisien, dan akurat.

Mengapa Akurasi Data dan Rekonsiliasi Tepat Waktu Menjadi Kunci?

Irfan mengingatkan bahwa konsistensi dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran akan berujung pada laporan keuangan yang solid. Menjaga akurasi data keuangan dan aset, serta melaksanakan rekonsiliasi secara tepat waktu, adalah fondasi utama.

"Kita harus memastikan kepatuhan terhadap peraturan, mengoptimalkan teknologi digital, dan memperkuat pengendalian intern. Langkah ini akan memperkuat kualitas laporan keuangan dan mendukung terwujudnya pengelolaan keuangan negara yang profesional, modern, dan terpercaya," ujarnya.

Layanan KPPN Bengkulu: Dari Pencairan Dana hingga Pembinaan UMKM

Kepala KPPN Bengkulu, Mohammad Arief Barata, merinci cakupan layanan yang selama ini diberikan kepada publik dan mitra kerja. Pelayanan tersebut mencakup penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), pengesahan pertanggungjawaban keuangan, hingga konsultasi dan asistensi pengelolaan keuangan.

Tak hanya itu, KPPN Bengkulu juga aktif dalam pembinaan bendahara dan satker, pengelolaan rekening pemerintah, serta penyaluran dana transfer ke daerah. Layanan konsultasi dan pengaduan publik juga tersedia untuk memastikan transparansi.

"Pelayanan publik yang berkualitas tidak hanya diukur dari capaian kinerja, tetapi juga dari kemampuan kami mendengarkan kebutuhan dan harapan para pengguna layanan. Oleh karena itu, masukan dari para pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam upaya perbaikan layanan yang berkelanjutan," kata Arief.

Komitmen Bebas Pungutan dan Anti-Gratifikasi

KPPN Bengkulu menegaskan komitmennya memberikan layanan prima tanpa biaya. Seluruh proses, mulai dari pencairan dana hingga layanan konsultasi, dipastikan profesional, transparan, dan tepat waktu.

"KPPN Bengkulu memastikan bahwa seluruh layanan diberikan tanpa dipungut biaya dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, nepotisme, maupun gratifikasi dalam bentuk apa pun," tegas Arief.

Forum konsultasi publik ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi berkelanjutan bagi KPPN dan satker untuk menyampaikan kendala serta usulan perbaikan, sekaligus mendukung pembangunan daerah melalui pengelolaan fiskal yang sehat.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top