Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok Biosolar Bengkulu 2.448 KL Aman, Kapal Pasokan Dijadwalkan Tiba Akhir Agustus

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:17:01 WIB
Stok Biosolar di Terminal Pulau Baai, Bengkulu, tercatat 2.448 KL dan dipastikan aman untuk kebutuhan tujuh hari ke depan.

PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketahanan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar di Provinsi Bengkulu tetap aman dengan stok mencapai 2.448 kiloliter (KL) di Terminal Pulau Baai. Sales Area Manager Retail Bengkulu Mochammad Farid Akbar menyebut jumlah tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan penyaluran ke SPBU selama sekitar tujuh hari ke depan.

BENGKULU — PT Pertamina Patra Niaga menjamin kelancaran distribusi BBM jenis Biosolar di Provinsi Bengkulu dengan menyiagakan stok sebanyak 2.448 kiloliter (KL) di Terminal Pulau Baai. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran ke sejumlah SPBU di wilayah tersebut selama kurang lebih tujuh hari ke depan.

"Kalau Biosolar masih aman, kita stok di Pulau Baai saat ini Biosolar sebanyak 2.448 KL, itu bisa tahan sampai sekitar tujuh harian," kata Sales Area Manager Retail Bengkulu PT Pertamina Patra Niaga Mochammad Farid Akbar di Bengkulu, Rabu.

Jadwal Kapal Pengangkut Biosolar ke Bengkulu

Untuk menjaga kesinambungan stok, Pertamina telah merencanakan jadwal kedatangan kapal pengangkut BBM berikutnya. Farid memperkirakan kapal pengangkut Biosolar akan tiba setelah kapal pengangkut Pertalite masuk pada 28-29 Agustus ini.

"Untuk kapal solar, estimasinya setelah kapal Pertalite yang nanti kemungkinan datang tanggal 28-29 Agustus ini, setelah itu kapal masuk (bawa) solar," ujarnya.

Pertamina menyadari jadwal kedatangan kapal sangat bergantung pada kondisi cuaca di perairan. Karena itu, perusahaan berharap cuaca mendukung agar kapal bisa tiba sesuai jadwal dan proses bongkar muat berjalan lancar tanpa menghambat distribusi ke SPBU.

Sempat Terjadi Penundaan Penyaluran Pertalite

Sebelumnya, penyaluran BBM jenis Pertalite dari Terminal Pulau Baai sempat mengalami penundaan sekitar tiga hingga empat jam. Hal ini dipicu oleh aktivitas bongkar muat kapal yang berlangsung di terminal, di mana aspek keselamatan operasional menjadi prioritas utama.

Penundaan sementara tersebut sempat menyebabkan keterlambatan pengiriman ke sejumlah SPBU di wilayah Kota Bengkulu. Selain faktor bongkar muat, keterlambatan kedatangan kapal juga disebut dipengaruhi oleh kondisi cuaca perairan yang tidak menentu.

Upaya Pertamina Menjaga Pasokan BBM Wilayah Bengkulu

Farid memastikan pihaknya terus mengatur jadwal kedatangan kapal secara ketat. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan Biosolar dan kelancaran penyalurannya ke SPBU di Bengkulu tetap terjaga dalam kondisi normal.

"Mulai hari ini sampai seterusnya mudah-mudahan kapal tepat waktu, tidak ada kendala," tegasnya.

Dengan pengaturan logistik yang matang, Pertamina berkomitmen memastikan masyarakat Bengkulu tidak mengalami kelangkaan BBM, khususnya Biosolar yang banyak digunakan untuk sektor transportasi dan usaha kecil.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top