BENGKULU — Perusahaan swasta yang bergerak di bidang agribisnis, khususnya peternakan dan kesehatan hewan, PT Satwa Kurnia Utama, mengalami musibah kebakaran hebat pada Minggu (23/8). Api dengan cepat melalap seluruh bagian kantor di Jalan Depati Negara Nomor 13, Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, dan menghanguskan dua unit sepeda motor milik karyawan yang berada di dalam gedung.
Ketua RT 05 setempat, Ulfian, menuturkan bahwa dirinya menerima laporan dari warga dan langsung bergegas menuju lokasi. Saat tiba, api sudah membesar dan melahap hampir seluruh bagian kantor.
Upaya warga untuk memadamkan api secara mandiri sempat terkendala dua hal. Pertama, aliran listrik di sekitar lokasi terputus sehingga mesin air tidak dapat dioperasikan untuk menyedot air. Kedua, area kantor yang terbakar dikelilingi oleh pagar tinggi berbahan besi dan seng, yang menyulitkan warga untuk masuk ke dalam area kebakaran.
"Saat kejadian, kondisi kantor sedang kosong," ujar Ulfian di lokasi kejadian.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bengkulu merespons cepat laporan tersebut dengan mengerahkan armada penuh menuju lokasi. Tim pemadam yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Damkar, Yuliansyah, tiba di lokasi dan segera melakukan tindakan untuk melokalisir area rambat api.
Langkah cepat ini diambil sebagai upaya preventif agar kobaran api tidak menjalar dan menyebar ke bangunan-bangunan lain di sekitar kantor PT Satwa Kurnia Utama. Beruntung, upaya tersebut berhasil mencegah meluasnya kebakaran ke properti tetangga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun manajemen perusahaan mengenai penyebab pasti dari kebakaran tersebut. Dugaan sementara mengarah pada konsleting listrik, namun hal ini masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari aparat berwenang.
Insiden ini tentu menjadi kerugian besar bagi perusahaan, mengingat seluruh isi kantor, termasuk dokumen penting dan dua unit kendaraan bermotor, hangus dilalap si jago merah. Estimasi sementara kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, meski angka pastinya belum dapat dikonfirmasi.