BENGKULU — Ribuan warga berbondong-bondong mengikuti pawai arak-arakan nasi jambar yang menjadi tradisi turun-temurun suku Lembak di Kelurahan Pematang Gubernur. Kegiatan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan wujud nyata gotong royong dan kepedulian sosial yang masih mengakar kuat di masyarakat setempat.
Nasi jambar, yang merupakan nasi kuning dengan satu ekor ayam utuh sebagai pelengkapnya, diarak dari rumah warga menuju Masjid Jihadul Ihsan Al-Taibin. Ratusan porsi makanan tradisional tersebut kemudian akan didoakan bersama sebelum akhirnya disantap dan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
Ketua Karang Taruna Talang Permai (KTTP), Ajransyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat bersama karang taruna setempat. Menurutnya, tradisi ini sengaja dijaga sebagai identitas budaya sekaligus memperkuat ikatan sosial antarwarga.
"Sebagai upaya untuk menjaga budaya suku Lembak, sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Untuk pelaksanaannya sendiri kerjasama warga bersama Karang Taruna Talang Permai (KTTP)," kata Ajransyah kepada awak media di sela-sela acara.
Setibanya di area masjid, rangkaian acara tidak langsung berakhir. Ratusan warga yang hadir kemudian menggelar pembacaan barzanji, sebuah kitab sastra yang berisi riwayat perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW sejak kelahiran hingga wafatnya. Suasana khidmat pun menyelimuti jalannya pembacaan doa tersebut.
Setelah pembacaan barzanji usai, nasi jambar yang merupakan sumbangan sukarela dari warga tersebut langsung disantap bersama-sama. Suasana kebersamaan terasa kental ketika warga duduk berdampingan menikmati hidangan tradisional.
Ajransyah menambahkan, sebagian dari nasi jambar yang terkumpul juga akan disalurkan ke sejumlah panti asuhan yang berada di sekitar wilayah Kota Bengkulu. Hal ini dilakukan sebagai wujud nyata kepedulian warga terhadap sesama, terutama anak-anak yatim dan kaum duafa.
"Dari warga untuk warga itu sendiri, nasi jambar ini berasal dari warga kemudian disantap bersama dan dibagikan ke Panti Asuhan terdekat sebagai wujud kepedulian kepada sesama," tambah Ajransyah.
Keberadaan tradisi nasi jambar di tengah arus modernisasi menjadi penting untuk terus dipertahankan. Bagi masyarakat suku Lembak, kegiatan ini bukan hanya tentang makanan, melainkan representasi nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur.
Kegiatan yang digelar pada Minggu pagi itu pun mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua turut berpartisipasi, menunjukkan bahwa tradisi ini tetap relevan dan dicintai lintas generasi.
Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga Talang Kering, peringatan Maulid Nabi tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi juga mampu memperkuat fondasi sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat Kota Bengkulu.