REJANG LEBONG — Ribuan pasang mata tertuju pada iring-iringan karnaval yang berjalan semarak di Desa Kesambe Lama, Sabtu (22/8/2026). Festival Budaya Nusantara yang digelar untuk memperingati HUT ke-81 RI ini berhasil menggerakkan lebih dari seribu peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Ketua Panitia Karnaval Budaya yang juga Anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Hidayatullah, mengaku partisipasi tahun ini melampaui target. Sebanyak 30 kelompok ambil bagian, terdiri dari enam tim sound HOREK dan lebih dari 24 kelompok karnaval budaya.
"Alhamdulillah, di luar dugaan kami, peserta dalam kelompok mencapai lebih dari 30. Ada enam peserta horek dan lebih dari 24 peserta karnaval budaya," ujarnya.
Setiap dusun dan gang di Desa Kesambe Lama mendapat kesempatan menampilkan kreativitasnya masing-masing. Mulai dari sound HOREK, ogoh-ogoh, busana Nusantara, hingga berbagai kreasi budaya lainnya turut meramaikan pawai.
Hidayatullah menyebutkan antusiasme tidak hanya datang dari peserta karnaval. Kelompok budaya, kelompok tani, kelompok peternakan, hingga kalangan pendidikan turut ambil bagian dalam pawai tersebut.
"Total peserta yang turun ke jalan mencapai sekitar seribu orang. Ini merupakan kegiatan pertama yang kami adakan dan partisipasinya sangat luar biasa," katanya.
Bupati Rejang Lebong Hendri Praja membuka kegiatan dengan pemukulan gong. Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa, Karang Taruna, panitia, dan seluruh masyarakat yang bergotong royong menyukseskan acara ini.
"Kami dari Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada tim jadulan Desa Kesambe Lama, pemerintah desa, Karang Taruna dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi, bekerja sama dan berkolaborasi dengan sangat baik," ujar Hendri.
Bupati menilai perayaan HUT RI ke-81 dengan tema "Satu Rasa, Satu Jiwa" memiliki makna penting dalam membangkitkan semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat.
Hendri menyebut Festival Budaya Nusantara di Kesambe Lama menjadi wujud nyata partisipasi masyarakat dalam melestarikan adat dan budaya di Kabupaten Rejang Lebong. Keberagaman suku dan profesi di desa tersebut dinilai menjadi kekayaan yang patut dirayakan.
"Di Desa Kesambe Lama terdapat masyarakat dengan suku yang beragam serta profesi yang bervariasi. Kami sangat bangga melihat antusias peserta, baik tim horek maupun kelompok karnaval yang menampilkan seni, budaya, potensi desa dan kreativitas luar biasa," katanya.
Pemkab Rejang Lebong berencana mengikuti Gebyar Semarak Merah Putih yang dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 10 November 2026. Kegiatan berskala provinsi itu akan digelar melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Hendri pun mengundang tim sound HOREK, kelompok karnaval, serta tim jadulan Desa Kesambe Lama untuk berpartisipasi dalam ajang tersebut.
"Untuk memenuhi harapan masyarakat, kami mengundang saudara-saudara sekalian, khususnya tim sound horek, tim karnaval dan tim jadulan untuk dapat berpartisipasi pada acara tersebut," pungkasnya.