Gebyar Semarak Merah Putih di Rejang Lebong Digelar 1-10 November 2026, Karnaval dan Tim Jadulan Diundang Tampil

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:14:31 WIB
Bupati Rejang Lebong Hendri Praja menghadiri Festival Budaya Nusantara di Desa Kesambe Lama, Curup Timur, Sabtu (22/8/2026).

CURUP — Gebyar Semarak Merah Putih di Kabupaten Rejang Lebong akan berlangsung selama sepuluh hari, mulai 1 hingga 10 November 2026. Acara ini disiapkan sebagai ajang unjuk kreativitas warga, mulai dari karnaval budaya hingga pertunjukan seni tradisional.

Kepastian itu disampaikan Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja, saat menghadiri Festival Budaya Nusantara dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia di Desa Kesambe Lama, Kecamatan Curup Timur, Sabtu (22/8/2026). Dalam kesempatan itu, Hendri secara khusus mengundang para pelaku seni dan komunitas untuk berpartisipasi.

Tim Sound Horek dan Jadulan Jadi Sektor Andalan

Pemkab Rejang Lebong tidak hanya mengundang pegawai negeri atau pelajar untuk meramaikan acara. Hendri Praja menyebutkan tiga kelompok yang secara spesifik diundang untuk tampil, yaitu tim sound horek, tim karnaval, dan tim jadulan.

“Untuk memenuhi harapan masyarakat, kami mengundang saudara-saudara sekalian, khususnya tim sound horek, tim karnaval dan tim jadulan untuk dapat berpartisipasi pada acara tersebut,” ungkap Hendri di hadapan warga.

Ketiga elemen ini dinilai menjadi daya tarik utama dalam setiap perayaan di Rejang Lebong. Sound horek yang dikenal dengan pengeras suara rakitan serta karnaval dan jadulan yang penuh warna diharapkan mampu menyedot perhatian pengunjung dari berbagai kecamatan.

Anggota DPRD: Ruang Ekspresi Tanpa Membedakan Desa

Anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Hidayatullah, yang dipercaya Bupati untuk menyukseskan kegiatan ini, menyebut antusiasme masyarakat terhadap agenda daerah cukup tinggi. Ia menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi milik semua warga.

“Kita berharap ke depan, dengan adanya acara di tingkat provinsi maupun kabupaten, masyarakat secara utuh tanpa membedakan desa atau kecamatan bisa ikut. Sehingga lebih menyemarakkan dan memberikan tontonan sekaligus menampilkan kreasi-kreasi yang menonjolkan kebudayaan di hadapan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Hidayatullah, semangat kebersamaan ini yang ingin dibangun, bukan sekadar seremonial tahunan. Ia ingin setiap desa dan kecamatan merasa memiliki acara ini sehingga partisipasi datang dari bawah, bukan hanya instruksi dari atas.

Karnaval Budaya Nusantara Siap Mewarnai November

Rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih pada November mendatang tidak hanya berhenti pada satu jenis acara. Berdasarkan informasi dari Dinas Pariwisata serta arahan Bupati Rejang Lebong, akan ada kegiatan serupa di tingkat kabupaten dengan mengusung tema karnaval budaya Nusantara.

Ini berarti warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor yang menampilkan kekayaan adat dan budaya lokal di hadapan publik. Karnaval ini diharapkan menjadi panggung bagi para perajin kostum, penata rias, hingga koreografer lokal untuk menunjukkan kapasitasnya.

“Intinya, dengan acara seperti ini bukan hanya menunjukkan acara formalitas saja. Pertama, mengangkat adat dan budaya lokal. Kedua, menunjukkan kreasi dan kreativitas masyarakat. Yang paling penting adalah membangkitkan semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat yang ada di daerah kita,” pungkas Hidayatullah.

Dengan persiapan yang melibatkan banyak elemen, Gebyar Semarak Merah Putih 2026 diyakini akan menjadi agenda wisata dan budaya yang dinanti, sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan di Rejang Lebong.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: nuansabengkulu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top