5 Fakta Bengkulu Masuk 10 Besar Pengguna Alef Education, MA Darul Maarif NU Rejang Lebong Ungkap Tantangan di Pesantren

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:09:01 WIB
Kepala Madrasah Aliyah Darul Ma'arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, menyampaikan apresiasi atas capaian Provinsi Bengkulu yang masuk 10 besar pengguna Alef Education.

REJANG LEBONG — Prestasi Provinsi Bengkulu di kancah pendidikan digital nasional patut dibanggakan. Berdasarkan hasil sosialisasi implementasi pembelajaran digital Alef Education yang digelar baru-baru ini, Bengkulu berhasil masuk jajaran 10 besar provinsi pengguna platform tersebut dengan predikat "Sangat Baik".

Peringkat ke-9 dengan total skor 76,2 ini menunjukkan partisipasi aktif madrasah di Bengkulu dalam memanfaatkan teknologi untuk proses belajar mengajar. Capaian ini pun langsung mendapat respons positif dari Kepala Madrasah Aliyah Darul Ma'arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E., M.E.Gr.

Apresiasi dari MA Darul Maarif NU Rejang Lebong

Dedi Priyanto menilai prestasi ini menjadi dorongan moral bagi madrasah-madrasah di Provinsi Bengkulu untuk terus mengembangkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Menurutnya, pengakuan di tingkat nasional ini membuktikan bahwa madrasah di daerah mampu bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Kami mengapresiasi capaian Provinsi Bengkulu yang berhasil masuk 10 besar pengguna Alef dengan predikat sangat baik. Semoga ke depan semakin banyak madrasah yang aktif menggunakan dan mengembangkan pemanfaatan Alef Education dalam proses pembelajaran," ungkap Dedi.

Adaptasi di Lingkungan Pondok Pesantren

Meski mendukung penuh penggunaan Alef Education, MA Darul Ma'arif NU Rejang Lebong menghadapi tantangan unik dalam penerapannya. Kehidupan santri di lingkungan Pondok Pesantren Darul Ma'arif NU memiliki aktivitas pendidikan yang cukup padat, menggabungkan pembelajaran madrasah dengan berbagai kegiatan kepesantrenan.

Keterbatasan lain datang dari aturan penggunaan telepon seluler dan media digital yang harus menyesuaikan dengan pola pendidikan pesantren. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat madrasah untuk terus mencari pola penerapan yang paling sesuai.

"Kami sangat mendukung penggunaan Alef karena pembelajaran digital seperti ini sangat dibutuhkan untuk membuat proses belajar lebih menarik. Anak-anak di pesantren memiliki aktivitas yang cukup padat, sehingga pembelajaran yang lebih variatif dapat membantu mengurangi kejenuhan atau rasa boring santri dalam mengikuti pembelajaran," jelas Dedi.

Target ke Depan: Optimalisasi Bertahap

MA Darul Ma'arif NU Rejang Lebong berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penggunaan Alef Education secara bertahap. Pihak madrasah menyadari bahwa transformasi pembelajaran digital tidak bisa instan, terutama di lingkungan pesantren yang memiliki karakteristik pendidikan tersendiri.

Sinergi antara madrasah, pesantren, guru, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama agar pembelajaran digital dapat berjalan selaras dengan kebutuhan pendidikan pesantren. Dengan pendekatan yang tepat, Alef Education diharapkan mampu menjadi media pembelajaran yang menarik dan inovatif bagi para santri tanpa mengganggu sistem pendidikan yang telah berjalan.

Prestasi Bengkulu di tingkat nasional ini menjadi bukti bahwa madrasah di daerah siap bertransformasi menuju era pendidikan digital, dengan tetap memegang teguh nilai-nilai kepesantrenan yang menjadi ciri khasnya.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: kemenagrejanglebong.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top