Pedro Acosta Resmi Tinggalkan KTM demi Ducati, Satu Garasi dengan Marc Marquez

Penulis: Ricki Manurung  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:30:31 WIB
Pedro Acosta resmi meninggalkan KTM dan akan bergabung dengan Ducati pada musim depan.

BENGKULU — Kabar ini bukan lagi sekadar rumor. Acosta resmi berpisah dengan KTM dan akan bersaing dengan motor Desmosedici pada kejuaraan dunia musim depan. Ia mengaku hubungannya dengan manajemen KTM sebenarnya tetap baik, tetapi kebutuhan akan tantangan baru menjadi alasan utama di balik keputusan ini.

Hubungan Baik dengan KTM Berakhir karena Ambisi di Papan Atas

Acosta tidak menampik peran besar KTM dalam perjalanan kariernya. Pabrikan asal Mattighofen itu membantunya meraih gelar juara dunia Moto3 dan menyediakan segala kebutuhan saat ia berkompetisi di Moto2.

"Saya yakin KTM telah memberikan segalanya di setiap momen karier saya dan di setiap fase hubungan kami. Namun, saya telah sampai pada titik di mana saya membutuhkan tantangan baru," ujarnya, dikutip dari Motorsport, Kamis (20/8).

Sejak naik ke kelas utama, Acosta konsisten menjadi pebalap KTM terdepan di grid. Namun, posisi tersebut justru membuatnya merasa stagnan. Ia menilai motor RC16 belum cukup kompetitif untuk bersaing secara reguler di posisi podium, sehingga motivasinya perlahan terkikis.

Tiga Tahun Memberi Kesempatan, Tak Ada Perkembangan Signifikan

Keputusan ini tidak diambil secara mendadak. Acosta mengaku sudah memberikan banyak ruang bagi KTM untuk membuktikan diri.

"Mungkin ya. Saya percaya pada proyek ini selama tiga tahun dan telah memberi mereka kesempatan demi kesempatan. Namun, saya yakin bisa mencapai lebih jauh, dan itulah mengapa saya memutuskan untuk pergi," tegasnya.

Perpindahan ini juga menandai akhir dari periode panjang bersama KTM yang membesarkan namanya sejak debut di kejuaraan dunia. Kini, ia memilih jalur baru yang dianggapnya lebih menjanjikan.

Berbagi Garasi dengan Marquez: Tidak Ada Lagi Alasan untuk Gagal

Di Ducati, Acosta akan menghadapi situasi yang jauh berbeda. Berbagi garasi dengan Marc Marquez—pebalap yang kerap dibandingkan dengannya sejak masih di Moto3—otomatis menaikkan ekspektasi publik.

Acosta sendiri tidak terlalu memikirkan perbandingan tersebut. Ia justru menganggapnya sebagai tantangan positif. Yang lebih menarik, ia sadar bahwa bergabung dengan tim pabrikan Italia itu berarti tak ada lagi ruang untuk berdalih.

"Saya bukan tipe orang yang biasanya menyalahkan orang lain untuk menegaskan bahwa sesuatu bukan kesalahan saya. Mungkin tahun depan hal ini akan terjadi, bahwa tidak ada lagi alasan dan bahwa, jika keadaan tidak berjalan baik, itu akan menjadi kesalahan saya," ungkap Acosta.

Pernyataan itu menunjukkan kesiapannya memikul tanggung jawab penuh. Dengan paket motor yang dianggap paling kompetitif di grid saat ini, Acosta sadar performanya musim depan akan diukur dengan standar yang jauh lebih ketat.

Babak Baru di Ducati: Antusiasme atau Beban?

Alih-alih terbebani, Acosta justru merasa antusias dengan situasi ini. Ia menilai tekanan tersebut bisa menjadi pendorong untuk berkembang lebih jauh. Perkembangannya sejak naik dari Moto2 ke MotoGP disebutnya sudah signifikan, dan langkah ke Ducati adalah kelanjutan dari kurva belajar itu.

Keputusan ini sekaligus menjawab spekulasi panjang tentang masa depannya di MotoGP. Kini, semua mata akan tertuju pada bagaimana ia beradaptasi dengan motor Ducati dan bersaing langsung dengan rekan setimnya sendiri.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top