BENGKULU — Jakarta, CNN Indonesia — Keputusan Barcelona mengontrak Rodri hingga 2030 pada Rabu (19/8) bukan sekadar menambah amunisi, melainkan sinyal perombakan hierarki di lini tengah. Pelatih Hansi Flick kini punya opsi utama baru yang diproyeksikan menjadi fondasi permainan, sekaligus menekan dua nama besar yang selama ini menjadi langganan starter.
Dampak paling terasa dialami Frenkie de Jong. Gelandang asal Belanda itu masih dalam masa pemulihan cedera lutut, dan saat kembali fit nanti, ia tidak akan langsung otomatis masuk susunan pemain utama. Rodri diprediksi mengisi pos gelandang tengah bersama Pedri, membuat De Jong harus bersaing ketat untuk sekadar mendapatkan tempat di bangku cadangan.
Namun, kehadiran Rodri membuat posisi Gavi kembali terancam. Persaingan di lini tengah Barcelona kini semakin padat, dengan nama-nama seperti Pedri, Dani Olmo, Marc Bernal, dan Fermin Lopez ikut memperebutkan tempat. Gavi tidak lagi hanya berhadapan dengan De Jong, melainkan harus membuktikan diri di antara deretan gelandang berkualitas.
Bagi De Jong, tantangannya lebih berat. Ia harus membuktikan kebugaran dan performa terbaiknya setelah cedera, sebuah tugas yang sulit mengingat Rodri sedang berada di puncak kariernya. Menggeser pemain sekaliber Rodri dari posisi inti bukanlah perkara mudah.
Keputusan Barcelona ini menunjukkan ambisi besar klub untuk kembali mendominasi Eropa. Dengan lini tengah yang kini bertabur bintang, Flick memiliki fleksibilitas taktik yang lebih luas. Namun, konsekuensinya, dua pemain yang sebelumnya dianggap pilar kini harus berjuang ekstra untuk sekadar masuk dalam daftar susunan pemain.