Pemkab Seluma Ajak Warga hingga Tingkat Desa Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis di 22 Puskesmas

Penulis: Alfian Batubara  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:01:31 WIB
Wakil Bupati Seluma mengajak warga hingga tingkat desa memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis di 22 puskesmas.

SELUMA — Program cek kesehatan gratis (CKG) yang merupakan kebijakan pemerintah pusat kini menjadi prioritas utama Pemkab Seluma dalam meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat. Ajakan ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Seluma Gustianto di Bengkulu, Rabu (19/8/2026), dengan harapan seluruh warga, termasuk di pelosok desa, aktif memeriksakan kondisinya.

Deteksi Dini Kunci Cegah Penyakit Kronis

Gustianto menyebut pemeriksaan berkala bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis menjaga kualitas hidup warga. "Cek kesehatan gratis memiliki peran penting dalam mengetahui kondisi kesehatan masyarakat sejak awal. Dengan deteksi dini, berbagai risiko penyakit dapat diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius," ujarnya.

Dengan mengetahui kondisi tubuh sejak dini, warga bisa menghindari biaya pengobatan yang lebih besar di kemudian hari. Pemkab Seluma berharap partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci sukses program nasional ini.

22 Puskesmas Siaga Layani Pemeriksaan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma Sri Yulia Ningsih menerangkan, seluruh puskesmas di wilayah tersebut telah disiagakan untuk melayani masyarakat. "22 puskesmas tersebut nantinya secara berkala melakukan pemeriksaan kesehatan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Seluma. Kami harap seluruh masyarakat dapat memanfaatkan program ini," kata Sri Yulia Ningsih.

Layanan di puskesmas tersebut dirancang untuk menjangkau seluruh lapisan usia, dari balita hingga lanjut usia. Pemeriksaan yang dilakukan mencakup pengecekan tekanan darah, kadar gula, kolesterol, hingga pemeriksaan fisik umum lainnya.

Pemkot Bengkulu Fokus pada Pelajar

Di tengah gencarnya sosialisasi CKG, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengambil langkah berbeda dengan mengoptimalkan program ini bagi anak usia dini dan pelajar. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu Nelli Hartati menyebut sasaran utama adalah peserta didik di sekolah negeri maupun swasta, mulai dari usia 7 hingga 15 tahun.

"Seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta menjadi sasaran. Kita mulai dari usia 7 tahun sampai sekitar 15 tahun, sehingga anak SMA juga menjadi sasaran pemeriksaan," sebut Nelli Hartati.

Pemilihan sekolah dengan jumlah siswa besar menjadi prioritas untuk mempercepat capaian program. Strategi ini sekaligus memetakan kondisi kesehatan anak di lingkungan pendidikan secara menyeluruh.

Melalui pemeriksaan tersebut, Dinkes Kota Bengkulu dapat mengidentifikasi persoalan kesehatan yang paling dominan dialami siswa. Mulai dari masalah gigi, penyakit kulit, gangguan penglihatan, hingga keluhan kesehatan lain yang selama ini mungkin tidak terdeteksi.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top