BENGKULU — Tim Pengabdian Universitas Bengkulu (UNIB) dan POKJA IV PKK Kota Bengkulu sepakat memperkuat kapasitas kader dalam menyampaikan informasi gizi kepada masyarakat. Kesepakatan ini lahir dari rapat koordinasi kemitraan yang digelar untuk mempersiapkan program Pengabdian Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Program ini mengangkat tema "Empowering Women: Strategi Komunikasi Persuasif Kader PKK Kota Bengkulu dalam Penguatan Literasi Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam Upaya Pencegahan Stunting". Fokus utamanya bukan sekadar menambah wawasan gizi kader, tetapi juga melatih cara mereka berkomunikasi dengan keluarga di lapangan.
Kader PKK dinilai memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga dan masyarakat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan dan pembinaan keluarga. Penyampaian informasi gizi yang hanya berupa pemberian materi dinilai tidak cukup untuk mengubah perilaku.
Tim Pengabdian UNIB yang diketuai Wuri Prameswari, S.P., M.Si., bersama anggota Suci Rahmawati, S.Farm., Apt., M.Farm., dan Yetti Purnama, S.ST., M.Keb., memandang pendekatan komunikasi yang komunikatif dan sesuai kondisi masyarakat menjadi kunci. Dari pihak POKJA IV PKK Kota Bengkulu, hadir Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan, Hj. Amarilis, S.ST., S.K.M., M.H., serta Ketua POKJA IV, Ns. Esti Sorena, S.Kep., S.K.M., M.M.
Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan menjadi fase penting karena berkaitan erat dengan pertumbuhan dan perkembangan anak sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun. Pemahaman keluarga mengenai kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak usia dini menjadi aspek krusial dalam pencegahan stunting.
Rapat koordinasi yang digelar menjadi ruang untuk mendiskusikan tahapan kegiatan, strategi pemberdayaan, serta bentuk pendampingan yang akan diberikan kepada kader PKK. Pertemuan ini merupakan langkah awal membangun kesamaan persepsi antara tim pelaksana dan mitra agar program yang dirancang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui program ini, kader PKK diarahkan untuk memperoleh tambahan pengetahuan mengenai literasi gizi sekaligus dibekali strategi komunikasi persuasif. Pendekatan ini diharapkan membantu kader menyampaikan pesan kesehatan dengan cara yang lebih mudah dipahami dan mampu membangun kesadaran masyarakat untuk mengubah perilaku.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari kontribusi UNIB dalam pemberdayaan masyarakat melalui sinergi dengan berbagai pihak di Kota Bengkulu.