MUBA — Panggung kehormatan di halaman Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate berubah menjadi arena refleksi kebangsaan. Ribuan pasang mata tertuju pada 70 pelajar terpilih yang bergerak sinkron membawakan prosesi penurunan Sang Saka Merah Putih, menandai akhir dari rangkaian perayaan kemerdekaan di Bumi Serasan Sekate.
Upacara Parade Senja yang berlangsung Senin sore itu bukan sekadar seremonial penutup. Momen ini menjadi puncak apresiasi atas kerja keras Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Muba yang telah membina para pelajar sejak jauh hari.
Keberhasilan prosesi penurunan bendera tidak lepas dari empat petugas inti yang menjalankan peran krusial. Delvirra Meilanie dari SMA Negeri 1 Sekayu bertugas sebagai pembawa baki, sementara Rasya Aniq Danial Trisma Putra dari SMA Negeri 2 Sekayu dipercaya sebagai penggerek bendera.
Dua posisi lainnya diisi oleh M. Reza Al Gazel dari SMA Negeri 1 Sekayu sebagai komandan kelompok, serta Muhammad Maulana Yusuf dari SMA Negeri 2 Babat Toman yang bertindak sebagai pembentang bendera. Sinkronisasi gerak mereka menjadi tontonan yang mengundang decak kagum para undangan.
Di balik kelancaran jalannya upacara, terdapat struktur kepemimpinan yang matang. Lettu Inf. Apriyatna Wijaya, yang sehari-hari menjabat Danramil 401-04 Bayung Lencir, dipercaya sebagai Perwira Upacara. Sementara itu, Captain Inf. Hermanto, Pasiter Kodim 0401/Muba, memegang kendali sebagai Komandan Upacara.
Letda CKM Ferry Herwanto dari Yonif TP 948/SS Brigif 8/GC Kodam II Sriwijaya turut dilibatkan sebagai Danton Patob Kimedis/Keslap. Ia bertanggung jawab memimpin Pasukan Pengibar Bendera dengan penuh wibawa, memastikan setiap gerakan berjalan presisi.
Puncak suasana khidmat terasa ketika alunan obade bergema di lapangan upacara. Seluruh undangan yang hadir serentak berdiri memberikan penghormatan mendalam. Heningnya lapangan saat dentuman lagu Andhika Bhayangkari berkumandang menjadi simbol penghargaan atas jasa para pahlawan.
Kehadiran jajaran Forkopimda beserta istri, Staf Ahli Bupati, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, hingga Camat Sekayu menegaskan soliditas pemerintahan daerah. Momen kebersamaan ini tidak hanya meriah, tetapi juga memperkuat semangat persatuan di Kabupaten Muba.
Upacara ditutup dengan penghormatan terakhir kepada Inspektur Upacara sebelum meninggalkan lapangan. Kehangatan yang menyelimuti interaksi antar peserta dan tamu undangan menjadi penutup manis bagi seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan tahun ini.