BENGKULU — Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu, Ayu Laksmi Syntia Dewi, mengungkapkan data terbaru tersebut dalam kegiatan PEKA yang digelar di Aula Kantor OJK Provinsi Bengkulu, Selasa (18/8). Selain literasi, indeks inklusi keuangan daerah itu juga tercatat lebih tinggi dari nasional, yakni 93,88% berbanding 93,61%.
“Capaian ini menunjukkan pemahaman dan akses masyarakat Bengkulu terhadap layanan keuangan semakin baik,” ujar Ayu dalam sambutannya. Menurutnya, kondisi ini akan memperkuat efektivitas program pemberdayaan ekonomi seperti PEKA yang membutuhkan penerima manfaat aktif mengelola dana dan mengakses produk perbankan.
PEKA merupakan inisiatif BPJS Ketenagakerjaan yang dirancang untuk memberikan manfaat lebih dari sekadar jaring pengaman sosial. Program ini menyasar penerima manfaat agar mampu mengembangkan usaha mikro dan meningkatkan pendapatan keluarga secara berkelanjutan.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, menyampaikan apresiasi pemerintah daerah terhadap program tersebut. Ia menekankan pentingnya penerima manfaat memanfaatkan dukungan yang diberikan secara optimal.
“Kita berharap para penerima manfaat dapat memanfaatkan dukungan yang diberikan secara optimal untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, serta menciptakan peluang ekonomi baru,” kata Khairil.
Angka literasi yang tinggi menjadi prasyarat agar program PEKA berjalan efektif. Tanpa pemahaman dasar tentang pengelolaan modal, bunga pinjaman, atau pencatatan keuangan sederhana, dana bantuan berisiko tidak produktif.
Data OJK menunjukkan kesenjangan antara literasi dan inklusi di Bengkulu masih sekitar 21,5 poin persentase. Artinya, sebagian masyarakat sudah memakai produk keuangan tetapi pemahaman atas risiko dan mekanismenya belum setara. PEKA diharapkan menjembatani celah ini melalui pendampingan usaha bagi penerima manfaat.
Pemerintah Provinsi Bengkulu menyambut baik sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan OJK dalam menghadirkan program ini. Khairil menegaskan bahwa Pemprov akan mendukung perluasan jangkauan PEKA agar lebih banyak keluarga pekerja yang terdampak bisa mandiri secara ekonomi.
Dengan fondasi literasi yang sudah di atas rata-rata nasional, Bengkulu memiliki peluang besar untuk menjadi contoh keberhasilan transformasi program perlindungan sosial menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi. Ke depan, efektivitas PEKA akan terlihat dari seberapa cepat penerima manfaat mampu naik kelas dari sekadar terlindungi menjadi produktif.