Gubernur Bengkulu Helmi Hasan: Persatuan Kunci Indonesia Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Penulis: Alfian Batubara  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 12:30:31 WIB
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan persatuan nasional menjadi kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi delapan persen.

BENGKULU — Helmi Hasan mengingatkan bahwa keberagaman suku, agama, dan latar belakang masyarakat tidak boleh menjadi penghalang untuk bersama-sama membangun negeri. Justru, perbedaan tersebut harus dimaknai sebagai kekayaan yang mampu mendorong kemajuan bangsa.

"Perbedaan-perbedaan itu tidak boleh menjadikan kita tidak bisa bersatu untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Modal Indonesia untuk menjadi negara dengan angka pertumbuhan delapan persen itu adalah persatuan-kesatuan," kata Helmi Hasan di Bengkulu, Senin.

Modal Besar yang Dimiliki Indonesia

Gubernur menyebut Indonesia berada dalam posisi yang sangat diuntungkan secara geografis. Kondisi alam dan iklim yang mendukung menjadi syarat utama yang tidak dimiliki banyak negara lain.

"Kalau bicara sumber daya alam, Indonesia terbaik diberikan Tuhan. Kalau bicara tentang iklim, iklim terbaik itu ada di Indonesia, sehingga syarat untuk sampai kepada angka pertumbuhan delapan persen itu adalah persatuan dan kesatuan," ujarnya.

Pembangunan Daerah Jadi Prioritas

Semangat kebersamaan itu, lanjut Helmi, harus diwujudkan dalam pembangunan di daerah. Pemerintah Provinsi Bengkulu saat ini masih memfokuskan alokasi anggaran pada kebutuhan dasar masyarakat, terutama pembangunan infrastruktur.

Ia menegaskan momentum peringatan kemerdekaan tidak boleh dimaknai sekadar seremonial belaka. Peringatan ini harus menjadi pendorong untuk memperkuat persatuan sekaligus melanjutkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Gubernur menyampaikan selamat HUT Republik Indonesia bagi seluruh rakyat dan mengajak masyarakat untuk memaknai perayaan ulang tahun bangsa ini dengan memberikan dampak positif di tengah lingkungan masing-masing.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top