11 Gardu Induk di Flores Kembali Menyala Usai Gempa, PLN Kerahkan 45 Ribu Personel Kawal Listrik HUT RI

Penulis: Alfian Batubara  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:02:01 WIB
gardu induk di Flores kembali bertegangan setelah gempa, dan PLN menurunkan 45 ribu personel untuk mengawal pasokan listrik HUT RI.

BENGKULU — Gempa yang mengguncang Flores, NTT, langsung direspons cepat oleh PT PLN (Persero). Tim teknis diterjunkan ke lapangan begitu guncangan terjadi untuk memeriksa dan memperbaiki gardu induk, jaringan distribusi, hingga fasilitas kelistrikan lain yang rusak.

"Begitu gempa terjadi di Flores, NTT, tim PLN langsung bergerak. Tidak menunggu. Apa yang bisa langsung diperbaiki, baik gardu induk, jaringan distribusi, maupun fasilitas lainnya, langsung kami kerjakan," ujar Direktur Utama PLN, Darmawan, dalam konferensi pers Sabtu malam (15/8).

Pemulihan Bertahap dan Koordinasi Multi-Pihak

Upaya pemulihan tidak berjalan sendiri. PLN berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri. Sejumlah lokasi masih sulit diakses akibat kondisi pascagempa, namun penormalan aliran listrik tetap dikejar dengan mengutamakan keselamatan petugas dan warga.

"Alhamdulillah, sore tadi 11 gardu induk yang terdampak sudah kembali bertegangan, selanjutnya proses penormalan dilakukan secara bertahap hingga ke pelanggan," jelas Darmawan.

Siaga Penuh di 2.275 Titik untuk HUT ke-81 RI

Perbaikan pascagempa ini berjalan beriringan dengan tugas besar PLN lainnya: mengawal pasokan listrik nasional selama rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Sejak awal Agustus, perusahaan pelat merah itu sudah mengecek satu per satu pembangkit, gardu induk, hingga jaringan distribusi di sekitar lokasi upacara.

Secara nasional, PLN memproyeksikan beban puncak kelistrikan pada 17 Agustus mendatang mencapai 42,6 gigawatt (GW). Adapun daya mampu pembangkit tercatat 51,6 GW, sehingga ada cadangan daya sekitar 9 GW atau 21,1 persen.

"Saat ini seluruh unit PLN dalam status siaga penuh. Lebih dari 45 ribu personel kami terjunkan di 2.275 titik siaga seluruh Indonesia. Semua bergerak dan semua fokus," tegas Darmawan.

Untuk memastikan pasokan tetap menyala, PLN menyiagakan 1.517 unit genset, 559 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), dan 1.286 unit gardu bergerak. Armada pendukung seperti 75 unit kabel bergerak, 318 unit truk crane, 3.424 mobil operasional, dan 3.583 motor operasional juga disebar di berbagai titik.

Pengamanan Berlapis di Istana dan Pemulihan Sistem Kalimantan

Khusus untuk rangkaian acara di Istana Kepresidenan, PLN menyiapkan sistem pengamanan kelistrikan berlapis hingga lima tingkat. Sistem tersebut meliputi pembangkit, penyulang, sistem digital Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), UPS, hingga genset.

Di luar agenda kemerdekaan, Darmawan memastikan kesiapsiagaan PLN juga menyasar gangguan di wilayah lain. Sistem kelistrikan Kalimantan yang sempat terganggu di sisi pembangkit, misalnya, kini sudah berangsur pulih.

"Untuk sistem Kalimantan yang sempat mengalami gangguan pembangkit, hari ini sudah berangsur pulih. Ada tambahan pasokan dari dua pembangkit sehingga sistem Kalimantan semakin kuat dan membaik, kami akan terus kawal," pungkasnya.

Semangat kerja ekstra ini, menurut Darmawan, merupakan wujud nyata pengabdian perusahaan kepada negeri. "Ini adalah momentum untuk kembali mengingat perjuangan para pendahulu yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan Indonesia. Semangat perjuangan itu kami lanjutkan melalui pengabdian kami," tutupnya.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top