BENGKULU — Minat masyarakat Bengkulu terhadap investasi emas kian menguat. BSI Area Bengkulu mencatatkan akselerasi signifikan pada layanan Tabungan Emas hingga pertengahan tahun 2026, seiring dengan meningkatnya literasi keuangan syariah di daerah tersebut.
Area Manager BSI Bengkulu, Adi Putro Maryono, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen perseroan untuk terus melayani sepenuh hati. BSI saat ini juga memegang lisensi ganda sebagai bank syariah dan bullion bank.
"Kami menyasar seluruh elemen masyarakat melalui layanan syariah yang inklusif salah satunya layanan bisnis emas," ujarnya dalam keterangan yang diterima baru-baru ini.
Selain emas, adopsi layanan perbankan digital di Bengkulu juga menunjukkan tren positif. Jumlah pengguna aktif superapp BYOND by BSI di wilayah ini meroket hingga lebih dari 10 ribu pengguna, naik 107 persen secara year to date.
Kehadiran kanal elektronik tersebut dinilai mampu menjawab kebutuhan nasabah akan layanan keuangan yang cepat, aman, dan tanpa batas. Hal ini menjadi sinyal bahwa inovasi layanan syariah semakin relevan bagi masyarakat Bengkulu.
Pertumbuhan jumlah nasabah dan transaksi digital ini tidak terlepas dari konsistensi BSI dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan di wilayah Bengkulu. Perusahaan gencar melakukan edukasi mengenai manfaat investasi emas serta kemudahan transaksi digital.
Dengan dual license yang dimiliki, BSI tidak hanya beroperasi sebagai bank penghimpun dana, tetapi juga aktif dalam bisnis emas. Langkah ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat setempat.
Pihak BSI optimistis tren pertumbuhan ini akan berlanjut seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keuangan dan investasi yang aman.