BENGKULU — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu memastikan anggaran Rp 900 juta dari APBD 2026 siap digunakan untuk pembenahan fisik sejumlah fasilitas kesehatan. Kepala Dinkes Kota Bengkulu Nelli Hartati menyebut dana tersebut difokuskan untuk rehabilitasi tempat tinggal nakes, puskesmas, hingga fasilitas farmasi di wilayah setempat.
"Untuk total seluruhnya Rp 900 juta yang bersumber dari Dana APBD. Anggaran ini difokuskan untuk rehabilitasi tempat tinggal nakes, puskesmas, hingga fasilitas farmasi," kata Nelli Hartati di Bengkulu, Jumat.
Nelli merinci, dari total anggaran tersebut, sebagian besar dialokasikan untuk empat paket pengerjaan fisik utama. Masing-masing proyek memiliki nilai nominal Rp 200 juta, sementara sisanya dialokasikan untuk paket perencanaan pembangunan.
Proses pengerjaan disebut akan dilakukan secara transparan dan menyasar titik-titik strategis yang membutuhkan perbaikan mendesak. Berikut rincian lokasi yang menjadi prioritas perbaikan:
Pembenahan infrastruktur ini dinilai krusial, terutama untuk menjaga kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di ibu kota Provinsi Bengkulu. Perbaikan rumah dinas nakes juga menjadi perhatian khusus karena berkaitan langsung dengan kenyamanan dan kesiapan petugas dalam menjalankan tugas.
Dengan adanya pagar pengaman di Puskesmas Kampung Bali, diharapkan keamanan dan ketertiban kawasan fasilitas kesehatan tersebut semakin terjaga. Sementara itu, rehabilitasi gudang farmasi bertujuan menjaga kualitas obat-obatan yang disalurkan ke seluruh puskesmas di Kota Bengkulu.
Pengerjaan proyek ini dijadwalkan berjalan pada tahun anggaran 2026 setelah proses perencanaan dan lelang paket pekerjaan rampung.