8.537 Pelaku Usaha di Bengkulu Terima Pembiayaan UMi Rp58,28 Miliar, Perempuan Dominasi Pemanfaatan

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 15:18:31 WIB
Kepala Kanwil DJPb Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardhana, melaporkan realisasi penyaluran dana UMi mencapai Rp58,28 miliar untuk 8.537 pelaku usaha di sepuluh kabupaten dan kota.

KOTA BENGKULU — Program pembiayaan usaha ultra mikro (UMi) di Provinsi Bengkulu terus berakselerasi. Kepala Kanwil DJPb Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardhana, melaporkan realisasi penyaluran dana telah menembus Rp58,28 miliar, dinikmati ribuan pelaku usaha di sepuluh kabupaten dan kota.

Angka tersebut tercatat hingga awal Agustus 2026. Irfan menegaskan capaian ini menjadi bukti nyata penguatan ekonomi akar rumput pasca-pandemi, sekaligus komitmen pemerintah dan lembaga penyalur dalam mendorong inklusi keuangan di daerah.

Perempuan Jadi Penggerak Utama Ekonomi Mikro

Data penyaluran mengungkap fakta menarik. Mayoritas penerima manfaat program UMi di Bengkulu adalah perempuan. Kondisi ini merepresentasikan kuatnya gerakan pemberdayaan perempuan (women empowerment) yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja skala mikro dan ketahanan ekonomi keluarga.

"Rata-rata pemanfaatan program UMi didominasi oleh perempuan, dan dengan demikian merepresentasikan kuatnya gerakan women empowerment di Provinsi Bengkulu," kata Irfan di Kota Bengkulu, Jumat.

Kota Bengkulu dan Bengkulu Utara Tertinggi

Dari sisi sebaran, dua wilayah mencatat serapan tertinggi. Kota Bengkulu memimpin dengan 1.808 debitur dan total penyaluran Rp13,68 miliar. Disusul Kabupaten Bengkulu Utara dengan 1.591 debitur dan nilai Rp11,64 miliar.

Kabupaten Kaur menempati posisi ketiga dengan nilai penyaluran Rp13,24 miliar untuk 520 debitur. Sementara Kabupaten Bengkulu Tengah menyalurkan Rp6,31 miliar kepada 644 debitur.

Bagaimana Sebaran Debitur di Kabupaten Lain?

Wilayah lainnya juga menunjukkan partisipasi aktif. Kabupaten Seluma mencatat 826 debitur dengan penyaluran Rp4,83 miliar, disusul Kabupaten Kepahiang dengan 698 debitur senilai Rp4,56 miliar.

Kabupaten Bengkulu Selatan menyalurkan Rp3,84 miliar untuk 644 debitur, sementara Kabupaten Mukomuko mengucurkan Rp3,69 miliar kepada 588 debitur. Kabupaten Rejang Lebong mencatat 582 debitur dengan total Rp4,03 miliar, dan Kabupaten Lebong menjadi yang terendah dengan 410 debitur serta penyaluran Rp2,43 miliar.

Program UMi merupakan skema pembiayaan bagi pelaku usaha paling kecil yang belum memiliki akses ke perbankan. Dengan suntikan modal ini, roda perekonomian di tingkat kelurahan dan desa di Bengkulu diharapkan terus berputar dan mampu mengangkat taraf hidup warganya.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top