BENGKULU — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu telah menyampaikan surat usulan resmi kepada kementerian terkait agar jalur kereta api Trans Sumatera diperpanjang hingga ke ibu kota provinsi. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, menyatakan pihaknya sudah mengirimkan kajian kelayakan yang menjadi dasar permintaan tersebut.
"Kita usulkan di Trans Sumatera ini, kita Bengkulu masuk. Nah, karena itu kita sudah mengusulkan ke pusat," ujar Denni di Bengkulu, Kamis.
Berdasarkan kajian yang telah disampaikan ke pemerintah pusat, kebutuhan trase kereta api ini terbilang efisien. Jarak dari Lubuklinggau, Sumatera Selatan, menuju Pelabuhan Pulau Baai di Bengkulu hanya sekitar 96 hingga 98 kilometer.
"Kita sudah punya kajian itu. Sudah disampaikan kepada kementerian. Nah, cuma persoalannya kan masalah pembiayaannya seperti itu," kata Denni.
Denni menegaskan komitmen daerah untuk mendukung proses yang menjadi kewenangan lokal, terutama terkait pembebasan lahan untuk koridor rel kereta api. Namun, untuk kebutuhan pembiayaan konstruksi, pemerintah daerah tidak mampu menanggungnya sendiri dari APBD.
"Kita ingin Trans Sumatera terealisasi. Nah, kita masuk di situ," tegasnya.
Kondisi geografis menjadi alasan utama usulan ini mendesak. Provinsi Bengkulu dikelilingi gugusan Bukit Barisan dengan jalan nasional yang berliku menyusuri lereng perbukitan. Kondisi ini membuat biaya transportasi logistik maupun angkutan orang dari dan ke Bengkulu menjadi jauh lebih mahal dibandingkan daerah lain di Pulau Sumatera.
Sebagai perbandingan, program pembangunan tol menuju Lubuklinggau yang digulirkan pada 2023 lalu hingga kini baru terealisasi satu dari tiga seksi yang direncanakan. Realisasi tersebut baru mencapai sekitar 17 kilometer dari total 96 kilometer yang direncanakan.
Kehadiran kereta api dinilai akan meningkatkan keandalan Pelabuhan Pulau Baai yang saat ini tengah direvitalisasi oleh Pemerintah Pusat. Konektivitas langsung ke jalur lintas tengah Sumatera akan menjadikan pelabuhan tersebut lebih kompetitif untuk arus barang.
Rencana pembangunan infrastruktur kereta api Sumatera yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto menjadi angin segar bagi upaya ini. Pemprov berharap pertemuan lanjutan dengan kementerian terkait dapat segera difasilitasi untuk membahas detail teknis jalur dari Sumatera Selatan ataupun Lubuklinggau hingga ke Bengkulu.
"Kita sudah bersurat. Kita mengharapkan pemerintah pusat juga bisa segera menindaklanjuti memfasilitasi pertemuan kepada kementerian yang terkait, Pemerintah Provinsi Bengkulu, untuk membahas akses kereta api dari Sumatera Selatan ataupun Lubuklinggau hingga ke Bengkulu," pungkas Denni.