BENGKULU — Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) mengumumkan penunjukan Xavi Hernandez pada Kamis (19/2). Keputusan ini diambil setelah Ronald Koeman mengundurkan diri menyusul kegagalan Oranje di turnamen yang digelar di Amerika Utara tersebut. Belanda tersingkir setelah kalah dari Maroko di babak 32 besar.
“Xavi Hernandez telah ditunjuk sebagai pelatih kepala baru tim nasional putra Belanda. Xavi telah menyepakati kontrak hingga Piala Dunia FIFA 2030,” demikian pernyataan resmi KNVB.
Bagi Xavi, tugas ini bukan sekadar pekerjaan. Ia mengaku memiliki hubungan emosional yang kuat dengan negeri kincir angin. Pengaruh Johan Cruyff, Rinus Michels, dan filosofi Total Football yang ditanamkan di akademi La Masia disebutnya sebagai fondasi kariernya.
“Bisa dikatakan saya adalah bagian dari produk sepak bola Belanda. Pelatih hebat lainnya, terutama Louis van Gaal, yang memberi saya debut di Barcelona, serta Frank Rijkaard, juga memainkan peran penting dalam membentuk saya sebagai pemain dan pelatih,” ujar Xavi dalam pernyataan resminya.
“Saya menganggap ini sebagai kehormatan yang luar biasa untuk menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda,” tambahnya.
Xavi datang dengan janji gaya bermain yang khas. Ia melihat kesamaan visi antara sepak bola Belanda dan prinsip yang selalu ia pegang sejak masih bermain di Barcelona.
“Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan visi yang jelas yang juga sangat menarik bagi saya: sepak bola menyerang, berbasis penguasaan bola, dengan kreativitas, gairah, dan keyakinan,” kata Xavi.
“Tentu saja, tujuan paling penting selalu dan akan selalu menjadi kemenangan. Namun, saya lebih memilih meraihnya dengan cara yang mencerminkan karakteristik tersebut dan dapat dinikmati oleh masyarakat,” tegasnya.
Penunjukan ini menandai kembalinya Xavi ke dunia kepelatihan setelah dua tahun vakum. Terakhir kali ia menukangi Barcelona sebelum dipecat pada 2024. Namun, jejaknya di Camp Nou tidak bisa dianggap remeh. Ia mengambil alih kursi pelatih Blaugrana pada 2021 dan sukses membawa timnya juara LaLiga musim 2022/23, mengakhiri puasa gelar liga selama empat tahun.
Sebelum kembali ke Barcelona, pria 46 tahun itu memulai karier kepelatihan di Al Sadd, Qatar, pada 2019. Ia mempersembahkan tujuh trofi di sana. Sebagai pemain, Xavi juga punya koleksi gelar lengkap: Piala Dunia 2010 dan dua gelar Piala Eropa (2008, 2012) bersama Spanyol.
Menariknya, ini bukan pertama kalinya Xavi menggantikan Koeman. Ia melakukan hal yang sama di Barcelona pada 2021. Kini, ia kembali mengisi kursi yang ditinggalkan Koeman, kali ini di level tim nasional. Belanda menjadi ujian besar bagi Xavi untuk membuktikan bahwa filosofi sepak bola menyerangnya bisa bersinar di panggung internasional.