21 Rumah di Gang Damai Bengkulu Hangus Terbakar, Permukiman Padat dan Warga Panik Hambat Petugas Padamkan Api

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:08:01 WIB
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar 21 rumah di Gang Damai, Kelurahan Pengatungan, Kota Bengkulu, Rabu (12/8/2026).

BENGKULU — Peristiwa kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Gang Damai, Kelurahan Pengatungan, Kota Bengkulu, pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 11.09 WIB. Sedikitnya 21 rumah dilaporkan habis terbakar dalam kejadian yang diduga bermula dari salah satu rumah bedeng di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu, Yuliansyah, menyatakan api muncul mendadak dan merambat cepat ke bangunan di sekitarnya. Kondisi rumah yang saling berdekatan membuat upaya pemadaman menjadi sulit dilakukan.

Empat Kendala Utama di Lokasi Kebakaran

Yuliansyah memaparkan sejumlah hambatan yang dihadapi timnya di lapangan. Pertama, akses menuju lokasi sangat sempit karena permukiman yang padat. Kedua, mobilisasi kendaraan pemadam kebakaran sulit dilakukan.

"Kondisi di sini sangat padat. Unit kami cukup sulit masuk ke lokasi, ditambah masyarakat juga ramai berusaha menyelamatkan barang-barang," tuturnya. Kepanikan warga dan banyaknya orang yang berkerumun turut mengganggu konsentrasi personel saat menjinakkan si jago merah.

Polisi Selidiki Penyebab dan Siapkan Bantuan Administratif

Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Rahmad Hidayat, memastikan pihaknya bersama instansi terkait terus melakukan penanganan di lokasi. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

"Kami terus mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan waspada, khususnya saat musim kemarau ditambah angin kencang seperti sekarang," ungkap Rahmad. Ia mengingatkan kondisi cuaca kering dan angin berpotensi mempercepat penyebaran api.

Di tengah penyelidikan, kepolisian juga menyiapkan bantuan administratif bagi warga yang kehilangan dokumen penting. "Kami akan membantu para korban dalam mengurus surat-surat yang terbakar, termasuk membuat laporan kebakaran untuk keperluan pengurusan kembali dokumen," ujarnya.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: regional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top