BENGKULU — Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu Afriyenita memastikan para pegawainya mengikuti coach clinic peningkatan kapasitas untuk memahami penanganan disabilitas. Kegiatan ini menyasar ASN dan PPPK di lingkungan Dinsos Kota Bengkulu.
"Memang benar pegawai di Dinas Sosial Kota Bengkulu belajar atau mengikuti kegiatan coach clinic untuk peningkatan kapasitas agar lebih faham penanganan disabilitas," kata Afriyenita di Bengkulu, Selasa.
Pelatihan ini tidak berhenti pada pemberian materi di ruang kelas. Afriyenita menegaskan kegiatan akan dilakukan secara berkala agar pegawai tidak hanya menguasai teori, tetapi juga berinteraksi langsung dengan anak-anak dan penyandang disabilitas.
Interaksi tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat secara dekat kemampuan, potensi, serta kebutuhan penyandang disabilitas dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, pendekatan pelayanan yang diberikan bisa lebih tepat sasaran.
Langkah Dinsos Kota Bengkulu ini mendapat sambutan positif dari dunia pendidikan. Kepala Sekolah SD Amal Mulia Kota Bengkulu, Hetty Hartati, menilai peningkatan sensitivitas aparatur penting dilakukan agar pemahaman dalam berinteraksi dan mendampingi penyandang disabilitas semakin baik.
"Kami menyambut baik kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Sosial. Kami berharap kepekaan dan kepedulian kita terus tumbuh dalam menghadapi dan mendampingi penyandang disabilitas yang ada di Kota Bengkulu," ujar Hetty.
Menurutnya, pemahaman yang baik akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas, baik dalam pelayanan pemerintahan maupun kehidupan sosial masyarakat.
Hetty berharap para ASN dan masyarakat mampu memberikan empati serta kesetaraan dalam pendampingan. Penyandang disabilitas memiliki perasaan, keinginan, dan potensi yang sama seperti orang lain, sehingga pendekatan interaksi maupun pembelajaran perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Ia pun berharap Dinas Sosial Kota Bengkulu semakin siap memberikan pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas. Targetnya, membangun pelayanan sosial yang lebih inklusif, humanis, ramah, dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh masyarakat.