Riki Ardiansyah Resmi Pimpin FAJI Bengkulu 2026-2030, KONI Minta Pembinaan Atlet Prioritas Demi Porprov dan Pra-PON

Penulis: Ricki Manurung  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:52:31 WIB
Riki Ardiansyah resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum FAJI Bengkulu periode 2026-2030 dalam Musorprovlub di Bengkulu, Sabtu (8/8/2026).

BENGKULU — Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu, Affan, langsung memberikan sinyal keras kepada pengurus anyar FAJI. Organisasi ini diminta tidak hanya berpuas diri sebagai penggerak olahraga wisata, tetapi wajib serius membangun ekosistem pembinaan prestasi yang terarah dan berkelanjutan.

"FAJI tidak boleh hanya aktif sebagai olahraga wisata. Sebagai anggota KONI, wajib memiliki konsep pembinaan prestasi yang jelas," tegas Affan dalam forum yang digelar di Bengkulu tersebut.

Porprov Jadi Batu Loncatan Sebelum Pra-PON 2027

Affan mendorong jajaran pengurus yang baru segera menyusun program pembinaan atlet secara konkret. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat koordinasi dengan bidang peningkatan prestasi olahraga KONI.

Ia menyebut ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) menjadi momentum awal yang tepat untuk mengukur efektivitas pembinaan. Hasil di Porprov nanti akan menjadi indikator kesiapan atlet sebelum menghadapi agenda yang lebih besar, yakni Pra-PON 2027.

Musorprovlub Dihadiri Perwakilan Lima Kabupaten

Musorprovlub yang digelar Sabtu (8/8/2026) itu dihadiri sejumlah perwakilan pengurus kabupaten. Terpantau hadir utusan FAJI Rejang Lebong, Bengkulu Tengah, serta caretaker dari FAJI Bengkulu Utara, Lebong, dan Seluma.

Forum ini juga diramaikan oleh kehadiran Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Provinsi Bengkulu Julian Wijaya, perwakilan Pengurus Besar (PB) FAJI Edi Chandra, serta unsur Basarnas dan mahasiswa pecinta alam dari sejumlah perguruan tinggi di Bengkulu.

Air Manna Jadi Modal Besar, Tinggal Butuh Sistem

Potensi sungai di Bengkulu dinilai sebagai modal besar pengembangan olahraga ini. Kawasan Air Manna disebut-sebut memiliki karakteristik arus yang cocok untuk arena latihan maupun kompetisi.

Tantangan utama kini terletak pada kemampuan mengolah potensi alam tersebut menjadi sistem pembinaan yang sistematis. FAJI Bengkulu dituntut membuktikan bahwa arung jeram mampu melahirkan atlet berprestasi, bukan sekadar daya tarik wisata berbasis sungai.

Penetapan Riki Ardiansyah tertuang dalam keputusan Musorprovlub yang ditandatangani Presidium Sidang. Keputusan tersebut diteken oleh Eddy Candra, Onggi, dan Victor Ambari pada hari yang sama di Bengkulu.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: bengkuluekspress.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top