Karhutla TNBTS di Lumajang Sulit Dipadamkan, Jarak Sumber Air 7 Km dari Titik Api

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:54:31 WIB
Petugas gabungan memadamkan titik api karhutla di kawasan TNBTS Lumajang dengan kombinasi metode manual dan bantuan udara.

LUMAJANG — Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNBTS tidak bisa dilakukan dengan satu metode saja. Tim gabungan kini mengombinasikan pemadaman manual di darat dengan bantuan udara menggunakan helikopter water bombing dan drone untuk menjangkau titik api di medan sulit.

"Penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan satu metode. Tim gabungan menyiapkan sejumlah langkah yang disesuaikan dengan kondisi medan dan perkembangan kebakaran baik dengan pemadaman secara manual di darat maupun udara seperti drone hingga helikopter water bombing," kata Isnugroho di Lumajang, Minggu.

Jarak Sumber Air Capai 7 Kilometer

Tantangan terbesar yang dihadapi petugas di lapangan adalah akses menuju titik api yang berada di wilayah Desa Argosari, Kecamatan Senduro. Medan yang curam membuat mobilisasi personel dan peralatan berjalan lambat.

Selain itu, jarak lokasi pengambilan air mencapai sekitar 7 kilometer dari lokasi kebakaran. Kondisi ini membuat pemenuhan kebutuhan air untuk pemadaman dari darat membutuhkan dukungan dan strategi tersendiri agar pasokan tidak terputus.

Vegetasi Kering dan Angin Jadi Pemicu Meluasnya Api

Faktor alam turut mempercepat penyebaran api. Banyaknya dahan dan ranting kering di sekitar lokasi kebakaran menjadi bahan bakar alami yang mudah terbakar, terutama saat kondisi angin cukup kencang.

Perubahan arah angin juga menjadi perhatian serius tim gabungan. Langkah antisipasi terus dilakukan dengan memantau pergerakan api agar tidak meluas ke wilayah pemukiman warga Lumajang.

"Kesiapsiagaan dilakukan dengan pengerahan personel secara bergantian serta koordinasi bersama unsur terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan arah pergerakan api menuju wilayah Lumajang," tuturnya.

Personel Dikerahkan Secara Bergantian

Untuk menjaga stamina di lapangan, personel dikerahkan secara bergantian. Koordinasi dengan berbagai unsur terkait terus dilakukan untuk memastikan setiap perkembangan situasi direspons cepat.

Hingga saat ini, tim gabungan masih berupaya penuh mengendalikan kobaran api di kawasan TNBTS. Fokus utama adalah mencegah meluasnya kebakaran ke area lain serta melindungi permukiman warga yang berada di sekitar kawasan taman nasional.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top