BENGKULU — Setelah dua tahun berturut-turut digelar di Bali, PEVC 2026 pindah ke Mövenpick Hotel Jakarta. Tema yang diusung tahun ini adalah "The Future of a Clean and Efficient Mobility", dengan fokus yang lebih luas dari sekadar kendaraan penumpang. Ketua Umum PERIKLINDO, Moeldoko, menyebut konferensi ini dirancang untuk membahas transformasi berbagai sektor yang terdampak percepatan elektrifikasi dan inovasi teknologi.
Yang membedakan PEVC 2026 dari konferensi otomotif pada umumnya adalah cakupan bahasannya. Selain teknologi kendaraan, forum ini akan menyentuh sektor energi, logistik, investasi, hingga pembangunan kota pintar. Ada empat sesi pleno yang akan menjadi inti acara, masing-masing membahas isu strategis yang saling terhubung.
Poin terakhir ini yang jarang dibahas di ajang sejenis. Elektrifikasi kapal dan pesawat memang masih jauh dari realita komersial massal, tapi arah kebijakan dan investasi di sektor tersebut mulai terlihat. PEVC 2026 mencoba memetakan peta jalan itu.
Sektor logistik disebut menjadi salah satu fokus utama konferensi ini. Elektrifikasi diyakini bisa menekan biaya operasional dan menciptakan sistem distribusi yang lebih cerdas. Ini bukan sekadar wacana—beberapa teknologi yang akan dibahas, seperti software-defined vehicle dan kendaraan berbasis AI, sudah masuk tahap implementasi di pasar global.
Untuk konteks Indonesia, ini pertanyaan besar. Infrastruktur pengisian daya untuk armada komersial masih terbatas, dan biaya kepemilikan truk listrik masih jauh lebih tinggi dari diesel. Namun, diskusi di PEVC 2026 akan menjadi indikator awal apakah para pemangku kepentingan serius mengejar efisiensi jangka panjang atau sekadar mengikuti tren global.
Sebagai forum tahunan, PEVC 2026 jelas menjadi barometer arah industri kendaraan listrik di Indonesia. Namun, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan:
PEVC 2026 akan mempertemukan pemerintah, regulator, pelaku industri, investor, akademisi, hingga perusahaan teknologi. Ini forum yang tepat untuk melihat arah kebijakan elektrifikasi Indonesia 2027 ke depan. Namun, publik tentu berharap konferensi ini menghasilkan lebih dari sekadar keynote speech dan sesi diskusi—melainkan langkah nyata yang bisa dirasakan konsumen di lapangan.