BPS Bengkulu: Inflasi Tahunan 3,78 Persen per Juli 2026, Bensin dan Daging Ayam Jadi Pemicu Utama

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:28:31 WIB
Petugas menunjukkan data inflasi di kantor BPS Provinsi Bengkulu, Senin (3/8/2026).

BENGKULU — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat laju inflasi tahunan daerah ini mencapai 3,78 persen pada Juli 2026, sedikit melampaui rentang sasaran nasional yang ditetapkan 2,5 persen plus minus 1 persen. Kendati demikian, secara kumulatif sejak Januari hingga Juli 2026, inflasi Bengkulu masih berada di angka 2,01 persen.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Bengkulu, Reny Puspasari, menyebut angka tersebut masih cukup terkendali. Namun, ia mengingatkan adanya periode-periode yang biasanya memicu lonjakan harga pada lima bulan ke depan yang perlu diantisipasi pemerintah daerah.

"Kalau kita lihat secara year to date dari Januari hingga Juli 2026 inflasi kita sebesar 2,01 persen. Artinya masih cukup terkendali, tetapi perlu strategi untuk lima bulan berikutnya agar tidak melewati target inflasi," kata Reny di Bengkulu, Senin.

Andil Inflasi: Bensin, Daging Ayam, dan Biaya Sekolah

Pada Juli 2026, inflasi bulanan (month to month) Bengkulu tercatat 0,23 persen. Kelompok transportasi memberikan andil terbesar, yakni 0,13 persen, dengan komoditas bensin sebagai penyumbang utama sebesar 0,10 persen.

Di sisi lain, kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru mengalami deflasi 0,19 persen dengan andil deflasi 0,07 persen. Komoditas penahan laju inflasi antara lain cabai merah dengan andil deflasi 0,11 persen dan bawang merah 0,08 persen.

Selain bensin, komoditas lain yang mendorong inflasi bulanan adalah daging ayam ras dengan andil 0,06 persen, biaya sekolah dasar 0,03 persen, mainan anak 0,03 persen, serta ikan tongkol 0,03 persen.

Biaya Pendidikan Naik Imbas Tahun Ajaran Baru

Reny menjelaskan, kenaikan kebutuhan pendidikan pada Juli 2026 dipengaruhi dimulainya tahun ajaran baru, terutama bagi jenjang TK, SD, dan SMP. Menurutnya, kenaikan ini masih dalam situasi wajar karena terjadi pada periode tahun ajaran baru.

"Kenaikan kebutuhan pendidikan dipengaruhi dimulainya tahun ajaran baru, terutama bagi anak-anak sekolah dasar yakni TK, SD dan SMP. Kenaikan kebutuhan masih dalam situasi wajar mengingat memang dalam periode tahun ajaran baru," ujarnya.

Deflasi di Sektor Pangan: Cabai dan Bawang Merah Turun

Sementara itu, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mengalami inflasi 1,84 persen dengan andil 0,03 persen. Namun, tekanan inflasi dari sektor pangan berhasil diredam oleh penurunan harga sejumlah komoditas.

Selain cabai merah dan bawang merah, telur ayam ras juga menahan laju inflasi dengan andil deflasi 0,03 persen. Kopi bubuk dan emas perhiasan masing-masing memberikan andil deflasi 0,02 persen.

Reny menegaskan, kondisi inflasi Bengkulu masih dapat dikendalikan apabila pengendalian harga terus diperkuat selama lima bulan terakhir 2026. Ia mengingatkan pemerintah daerah bersama para pihak terkait untuk mewaspadai periode-periode yang biasanya memicu lonjakan harga, seperti hari besar keagamaan dan akhir tahun.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top