Wawali Bengkulu Ronny PL Tobing Sidak Dua Puskesmas, Pastikan Stok Obat Aman dan Petugas Tak Menolak Pasien

Penulis: Ricki Manurung  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 19:25:01 WIB
Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing meninjau langsung pelayanan di Puskesmas Kampung Bali dan Puskesmas Lingkar Barat.

KOTA BENGKULU — Ronny PL Tobing memastikan langsung pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) berjalan optimal di dua puskesmas tersebut. Kunjungan mendadak ini sekaligus menjadi respons atas keluhan warga yang kerap memilih langsung ke rumah sakit untuk penyakit ringan, alih-alih memanfaatkan puskesmas.

Di Puskesmas Kampung Bali, Wawali meninjau gedung baru dan sarana penunjang medis. Kepala Puskesmas Kampung Bali, dr. Een Endang Sari, mendampingi Ronny saat mengecek kesiapan alat kesehatan dan alur pelayanan pasien.

Evaluasi Kedisiplinan ASN dan PPPK di Puskesmas

Ronny menegaskan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas, tetapi juga sikap petugas. Ia meminta seluruh ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan puskesmas menjaga kedisiplinan dan keramahan.

"Intinya tingkatkan disiplin sebagai ASN, dan PPPK juga dievaluasi kedisiplinannya. Kalau memang tidak disiplin, bakal dapat teguran. Beliau minta pelayanan benar-benar ramah, melayani dengan senyum, dan jangan sampai ada kejadian menolak pasien," ujar dr. Een menirukan arahan Wawali.

Tekan Penumpukan Pasien di Rumah Sakit Rujukan

Sidak ini menyoroti kebiasaan warga yang langsung mendatangi rumah sakit untuk keluhan ringan. Padahal, sistem rujukan berjenjang BPJS Kesehatan mengatur bahwa penyakit seperti infeksi virus campak seharusnya bisa dituntaskan di puskesmas.

"Masyarakat kebanyakan maunya langsung ketemu dokter spesialis, tidak puas kalau hanya di Puskesmas. Padahal ada batasan kriteria dari BPJS yang bisa diselesaikan di sini," jelas dr. Een.

Melalui pengawasan langsung ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap kepercayaan masyarakat terhadap puskesmas meningkat. Beban rumah sakit rujukan pun diharapkan berkurang seiring efektifnya pelayanan berjenjang.

IGD 24 Jam di Kampung Bali, Stok Obat di Lingkar Barat Aman

Meski tidak memiliki fasilitas rawat inap, Puskesmas Kampung Bali tetap mengoperasikan Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama 24 jam. Tenaga kesehatan disiagakan untuk menangani kasus mendadak hingga persalinan normal.

"Untuk rawat inap kita tidak ada, tetapi ada IGD 24 jam dengan nakes yang standby untuk keadaan darurat. Untuk kasus ringan sampai persalinan normal masih bisa ditangani di sini. Kecuali kasus gawat darurat seperti serangan jantung, pasti langsung kita rujuk," papar dr. Een.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Lingkar Barat, Yessy Sulastri, memastikan pasokan logistik medis di lokasinya dalam kondisi aman saat dikunjungi Wawali. Pelayanan kepada masyarakat disebutnya tetap berjalan normal tanpa hambatan.

"Terkait kunjungan Pak Wawali hari ini mengenai pelayanan dan ketersediaan obat-obatan di Puskesmas, Alhamdulillah semua masyarakat terlayani dengan baik dan pasokan obat-obatan dalam kondisi aman," ungkap Yessy.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: isbcenter.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top