Gus Rozin Temui PWNU Bengkulu Tawarkan Poros Tengah, Singgung Polarisasi Internal Jelang Muktamar ke-35

Penulis: Jonatan Nasution  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 14:02:31 WIB
Gus Rozin bersilaturahim dengan jajaran PWNU dan PCNU se-Bengkulu dalam rangka konsolidasi menjelang Muktamar ke-35 NU di Jombang.

BENGKULU — Langkah Gus Rozin memanaskan mesin politik jelang Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, kian terlihat. Setelah bersilaturahim ke sejumlah daerah, kali ini ia memilih Bengkulu sebagai titik konsolidasi untuk menyatukan suara Nahdliyin di Pulau Sumatera.

Pertemuan yang berlangsung malam hari itu dihadiri langsung oleh seluruh ketua PCNU dan jajaran pengurus harian dari sembilan kabupaten/kota di Bengkulu. Kehadiran mereka secara in person dinilai menjadi sinyal kuat terbukanya ruang dialog antar-kader di tingkat akar rumput.

Menawarkan Jalan Tengah di Tengah Perbedaan

Gus Rozin tidak menampik bahwa saat ini terjadi polarisasi dan perbedaan pendapat di tubuh Nahdlatul Ulama. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai keprihatinan utama yang mendorongnya maju dalam bursa kepemimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.

"Saya malam ini bersilaturahim dengan PWNU Bengkulu. Alhamdulillah dihadiri juga dengan semua ketua dan pengurus harian PCNU se-Bengkulu beserta jajarannya ini luar biasa, semua ketuanya hadir sendiri, in person secara pribadi," ujar Gus Rozin di sela-sela acara.

Solusi yang ia tawarkan bukanlah konfrontasi, melainkan sebuah poros tengah. Gagasan ini diharapkan mampu merangkul pihak ketiga agar para kader yang selama ini berseberangan dapat duduk bersama secara aktif tanpa saling menegasikan.

Poros Tengah dan Tiga Pilar Perjuangan

Dalam paparannya di hadapan pengurus wilayah dan cabang, Gus Rozin membeberkan dua hal mendasar yang menjadi fokus perjuangannya. Pertama, soal keprihatinan atas polarisasi internal. Kedua, ia menegaskan pentingnya langkah konkret untuk menjaga marwah organisasi di masa transisi kepemimpinan.

Untuk merealisasikan itu, Gus Rozin membawa tiga pilar utama yang ia sebut sebagai fondasi gerakan ke depan: berdaulat, bermartabat, dan bermanfaat. Ketiga pilar ini, menurutnya, harus menjadi pegangan bersama agar NU tidak kehilangan arah di tengah dinamika politik nasional yang semakin kompleks.

Silaturahim ini menjadi catatan tersendiri bagi PWNU Bengkulu. Momentum kedatangan calon ketua umum di daerah kerap dimanfaatkan untuk mengukur peta dukungan, sekaligus memastikan aspirasi Nahdliyin di daerah tersalurkan hingga ke meja Muktamar.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: radarbengkulu.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top