Rata-Rata Lama Sekolah Warga Bengkulu Utara Hanya 8,35 Tahun, Terendah Kedua Se-Provinsi

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:51:31 WIB
Rata-rata lama sekolah warga Kabupaten Bengkulu Utara tercatat 8,35 tahun pada 2025, terendah kedua di Provinsi Bengkulu.

BENGKULU UTARA — Angka partisipasi pendidikan di Bengkulu Utara masih memprihatinkan. Berdasarkan data terbaru BPS, rata-rata lama sekolah warga di kabupaten ini berada di bawah capaian rata-rata Provinsi Bengkulu yang tembus 9,23 tahun pada tahun yang sama.

Bahkan, jika dibandingkan dengan rata-rata nasional yang mencapai 9,07 tahun, jaraknya masih terpaut signifikan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa secara umum, penduduk Bengkulu Utara belum menuntaskan pendidikan dasar sembilan tahun.

Posisi Bengkulu Utara di Peta Pendidikan Provinsi

Dari total sembilan kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu, hanya Kabupaten Bengkulu Tengah yang memiliki RLS lebih rendah dari Bengkulu Utara, yakni 7,94 tahun. Sementara itu, ibu kota provinsi mendominasi dengan capaian tertinggi.

Berikut daftar lima kabupaten/kota dengan rata-rata lama sekolah tertinggi di Provinsi Bengkulu pada 2025:

  • Kota Bengkulu: 11,95 tahun
  • Kabupaten Bengkulu Selatan: 9,6 tahun
  • Kabupaten Rejang Lebong: 9,05 tahun
  • Kabupaten Kaur: 8,71 tahun
  • Kabupaten Mukomuko: 8,65 tahun

Progres Lima Tahun: Masih Lambat dan Jauh dari Target

Meski ada perbaikan, lajunya sangat lambat. Dalam lima tahun terakhir, RLS penduduk Bengkulu Utara hanya naik 0,48 tahun atau sekitar 6,1 persen. Adapun secara tahunan, kenaikannya hanya 0,03 tahun (0,36 persen) dari 8,32 tahun pada 2024.

Laju peningkatan yang minim ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Dengan kecepatan seperti sekarang, butuh waktu lama bagi Bengkulu Utara untuk mengejar ketertinggalan dari rata-rata nasional.

Mengapa Angka Ini Penting?

RLS merupakan indikator kunci untuk mengukur kualitas sumber daya manusia (SDM) di suatu wilayah. Angka 8,35 tahun mengindikasikan rata-rata penduduk hanya mengenyam pendidikan hingga kelas VIII, belum lulus SMP.

Kondisi ini berimplikasi langsung pada daya saing tenaga kerja lokal. Rendahnya tingkat pendidikan rata-rata kerap berkorelasi dengan produktivitas ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat, sehingga menjadi tantangan serius bagi pembangunan jangka panjang di Bengkulu Utara.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara dinilai perlu mengkaji ulang kebijakan pendidikan, terutama dalam hal aksesibilitas sekolah dan program pemberdayaan bagi penduduk usia produktif yang putus sekolah. Tanpa intervensi yang lebih agresif, kesenjangan pendidikan dengan wilayah lain dipastikan akan semakin melebar.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top